Feature

Dorong Prestasi Meningkat, Kemendikdasmen Revitalisasi SMPN 1 Bae

34
×

Dorong Prestasi Meningkat, Kemendikdasmen Revitalisasi SMPN 1 Bae

Sebarkan artikel ini

Kemendikdasmen revitalisasi SMPN 1 Bae Kudus. Dengan memperbaiki fasilitas sekolah, program ini harapannya mendorong prestasi dan kualitas murid di Jawa Tengah.

Tagar.co – Program revitalisasi satuan pendidikan yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan kemajuan nyata. Salah satunya terlihat di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas sekolah.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya pada 7 Oktober 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyempatkan diri untuk meninjau langsung pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bae. Kepala Sekolah Moh. Akhsanul Khaq, menyambut langsung Menteri Mu’ti.

Pada kesempatan itu, Mendikdasmen meninjau proses pekerjaan paket revitalisasi sekolah. Yaitu rehabilitasi ruang kesenian, rehabilitasi ruang toilet, dan pembangunan toilet murid yang rencananya juga termasuk fasilitas untuk penyandang disabilitas.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas program revitalisasi yang telah kami terima. Sebagai sekolah yang pernah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2022, kami bersyukur atas perhatian dari Pemerintah. Semoga, perbaikan fasilitas sekolah dapat mendorong peningkatan prestasi murid di sekolah kami menjadi semakin unggul,” jelas Akhsanul yang mendampingi Menteri Mu’ti selama kunjungan berlangsung.

Baca Juga:  Dua Kunci Sukses Siswa Spemdalas Juara II Gress of Champions Vol. 2

Fokus Perbaikan Fasilitas dan Prestasi Murid

M. Akhsanul Khaq berharap perbaikan fasilitas sekolah akan berkontribusi signifikan pada peningkatan kualitas pendidikan dan prestasi murid. “Fasilitas yang memadai sering kali menjadi penunjang utama dalam proses belajar-mengajar yang efektif,” ujarnya.

Rehabilitasi ruang kesenian, misalnya, ia harapkan dapat mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan bakat non-akademik murid. Sementara itu, perbaikan dan pembangunan toilet, terutama yang aksesibel bagi penyandang disabilitas, menunjukkan komitmen sekolah dan pemerintah terhadap lingkungan pendidikan yang inklusif dan sehat.

Pada sela kunjungan, saat berdiskusi dengan Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Nur Khoris, Menteri Mu’ti berpesan agar pelaksana revitalisasi menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu yang telah pihaknya tetapkan. Pesan ini menekankan pentingnya akuntabilitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara untuk proyek-proyek pendidikan.

Nur Khoris menjawab, “Pelaksana melaksanakan program revitalisasi ini secara swakelola dengan melibatkan 20 orang pekerja dari masyarakat lokal. Semoga target pada pertengahan Minggu II bulan November 2025, proyek revitalisasi dapat selesai.”

Baca Juga:  Kisahkan Bilal, Guru Spemdalas Sentuh Hati Siswa SD Muhammadiyah Sidayu

Adapun keterlibatan masyarakat lokal dalam pengerjaan proyek swakelola ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Komitmen Swakelola dan Dampak Lokal

Pelaksanaan program secara swakelola, seperti yang terlaksana oleh SMPN 1 Bae, mencerminkan adanya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Model ini memastikan proyek berjalan dengan pengawasan ketat dan sesuai kebutuhan spesifik sekolah. Keterlibatan 20 pekerja dari masyarakat lokal dalam proyek ini menunjukkan, program revitalisasi tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di tingkat komunitas.

Pekerjaan yang sedang mereka lakukan meliputi perbaikan infrastruktur vital yang secara langsung memengaruhi kenyamanan dan keamanan murid. Dengan target penyelesaian yang ambisius pada pertengahan November 2025, SMPN 1 Bae akan segera memiliki fasilitas baru yang siap siswa gunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar yang lebih optimal.

Program revitalisasi ini merupakan langkah konkret Kemendikdasmen dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana di berbagai daerah, yang pada akhirnya diharapkan dapat melahirkan generasi unggul dari Kabupaten Kudus. (#)

Baca Juga:  Peningkatan Jumlah Siswa, Spemdalas Raih Bonus dari PDM Gresik

Penyunting Sayyidah Nuriyah