Feature

Donatur yang Gak Tega Lihat Orang Susah

31
×

Donatur yang Gak Tega Lihat Orang Susah

Sebarkan artikel ini
Donatur Lazismu Lumajang, Bu Jumadi, orangnya sederhana, namun mampu menularkan kebaikan kepada rekan-rekannya.
Bu Jumadi, tengah, bersama rekan anggota majelis taklim. (Tagar.co/Kuswantoro)

Donatur Lazismu Lumajang, Bu Jumadi, orangnya sederhana, namun mampu menularkan kebaikan kepada rekan-rekannya.

Tagar.co – Berita BBM Langka di Lumajang Hambat Kerja Amil Lazismu rupanya menjadi perhatian Bu Jumadi.

Dia langsung menghubungi amil Lazismu Lumajang untuk mengambil sepeda listrik di rumahnya. Saat menyerahkan sepeda listrik, dia berkata, sekarang tidak ada hambatan BBM, tinggal charge.

Bagi Lazismu Lumajang, sosok sederhana Bu Jumadi sudah sangat akrab. Dia donatur rutin yang memberikan infak. Orangnya ringan tangan. Selalu tanggap ketika ada program sosial.

“Beliau ini donatur rutin tiap bulan. Selalu menyokong kegiatan kami, tanpa diminta,” ujar Said Romdhon, Direktur Lazismu Lumajang, ditemui Jumat (8/8/2025).

Bu Jumadi jemaah aktif di Masjid Al Huda, salah satu masjid milik Muhammadiyah Lumajang. Di sana, ia bukan hanya rajin salat berjemaah, kerap juga menjadi pelopor dalam menggerakkan ibu-ibu ikut berdonasi ke Lazismu.

“Beliau yang pertama mengajak teman-teman majelis taklim agar juga ikut jadi donatur. Semangatnya menular,” lanjut Said.

Dua tahun lalu, saat bencana erupsi Gunung Semeru melanda, Bu Jumadi menunjukkan kepeduliannya. Ia mengajak para ibu-ibu majelis taklim yang dipimpinnya menggalang donasi bersama.

Baca Juga:  Tarhib Ramadan dalam Bayangan Asap Semeru

Bantuan yang terkumpul disalurkan melalui Lazismu Lumajang untuk warga terdampak yang direlokasi ke kawasan Bumi Semeru Damai, Sumbermujur.

“Kami bersama tim Lazismu Lumajang ikut mengantar mereka ke lokasi. Waktu itu hampir 30 teman-teman Bu Jum yang ikut hadir langsung ke tempat relokasi,” kata Said.

Masih di tahun yang sama, Bu Jumadi juga turut berkurban melalui program Rendangmu. Daging kurban yang disumbangkannya diolah menjadi rendang siap konsumsi dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Bu Jumadi tak hanya dikenal sebagai donatur. Bagi para sahabat dekatnya, ia adalah pemimpin yang turun langsung, menuntun dengan cara yang bijak.

Yesi Mukhayaroh, salah satu sahabat Bu Jumadi dari komunitas Kajian Wanita Shaliha (KWS), menyebutnya sebagai sosok paket komplit.

“Saya yang dulu ogah ngurusi organisasi, tiba-tiba manut setelah ditelepon Ibu dan dinasihati. Ternyata benar, saya diajari terus. Kalau salah dinasihati, kalau benar diapresiasi,” ungkapnya.

Menurut Yesi, Bu Jumadi adalah contoh nyata filosofi kepemimpinan Jawa: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

“Beliau itu tegas tapi humoris, organisatoris tapi tetap mengayomi semua kalangan. Dan satu lagi, teliti sekali. Kalau saya minta dikoreksi, pasti ketahuan kesalahan saya di mana,” tambahnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Pandangan serupa juga disampaikan Drs. Djatto, MM, yang selama ini bersama Bu Jumadi mengelola Yayasan Al-Ikhlas.

“Beliau ini sosok luar biasa, menjadi uswah hasanah bagi kita semua yang selama ini berintegrasi,” ungkapnya.

Menurut Djatto, empat sifat Rasulullah Saw sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah sudah melekat dalam diri Bu Jumadi.

“Dengan bantuan sepeda listrik ke Lazismu itu, beliau menunjukkan bukti konkret bahwa ini orangnya nyah nyoh, kata orang Jawa. Penuh empati dan ringan tangan,” lanjutnya.

Djatto juga menyampaikan, apa yang dilakukan Bu Jumadi bukan sekadar soal memberi, tapi soal konsistensi dan kepedulian yang langka. “Kami banyak belajar dari Bu Jum. Diam-diam, beliau mendidik kami lewat tindakannya.”

Sepeda listrik melalui infaknya untuk menunjang kegiatan sosial Lazismu di lapangan. Bantuan itu menjadi amunisi baru bagi relawan yang bergerak langsung ke masyarakat.

Bu Jumadi mungkin bukan tokoh publik. Tapi bagi banyak orang yang terbantu lewat Lazismu, dan bagi teman-temannya di lingkaran jamaah, ia adalah bagian dari jalan kebaikan itu sendiri. (#)

Baca Juga:  Semangkuk Bakso Menghangatkan Jemaah Jumat

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto