
Cuaca ekstrem memaksa banyak nelayan berhenti melaut. Di momen Milad Ke-9 Hamas School, paket sembako hadir bukan sekadar bantuan, tetapi penguat harapan di tengah ekonomi keluarga yang terhimpit.
Tagar.co — Di tengah musim ‘baratan’; yang membuat laut tak bersahabat dan nelayan tidak bisa bekerja, senyum haru merekah di wajah para wali murid Hamas School. Melalui program Hamas Peduli, sebanyak 135 wali murid menerima bantuan paket sembako pada Kamis, 29 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Milad Ke-9 Hamas School.
Bagi sebagian penerima, bantuan tersebut bukan sekadar bingkisan seremonial, melainkan penopang harapan di tengah situasi ekonomi yang kian sulit.
Baca juga: Sembilan Tahun Hamas School: Merawat Ilmu, Menumbuhkan Kebermanfaatan
Selama hampir satu bulan terakhir, banyak wali murid yang berprofesi sebagai nelayan terpaksa tidak melaut akibat cuaca ekstrem. Angin kencang dan gelombang tinggi memaksa mereka berhenti bekerja, sehingga penghasilan keluarga pun terhenti. Dalam kondisi itulah, kehadiran program Hamas Peduli menjadi sangat berarti.
Kepala SMP Muhammadiyah 13 Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur, Nurul Wakhidatul Ummah, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini lahir dari kesadaran sekolah untuk hadir dan membersamai realitas kehidupan wali murid.
“Milad ke-9 ini kami maknai bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum berbagi dan merasakan apa yang dirasakan wali murid kami. Ketika banyak orang tua terdampak musim baratan dan tidak bisa melaut, sekolah harus hadir, meski dengan langkah yang sederhana,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai kebermanfaatan merupakan roh utama pendidikan yang dikembangkan di Hamas School.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ilmu harus melahirkan empati. Kepedulian sosial adalah bagian dari pendidikan karakter yang kami tanamkan sejak dini,” tambahnya.
Bantuan sembako yang dibagikan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Para wali murid menerima paket berisi beras 3 kilogram dan telur dari para donatur.
SMA Muhammadiyah 10 GKB turut berkontribusi dengan menyalurkan 100 paket sembako berisi minyak goreng, mi instan, tepung, dan kecap. Sementara itu, Lazismu GKB melengkapi bantuan dengan Rendangmu dan Kornetmu.
Sangat Membantu
Bagi Sutrisno (48), salah satu wali murid penerima bantuan, sembako tersebut sangat membantu keluarganya bertahan di tengah cuaca buruk yang berkepanjangan.
“Sudah hampir sebulan saya tidak melaut karena angin besar. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat. Setidaknya kami bisa lebih tenang untuk kebutuhan makan beberapa hari ke depan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Siti Aminah, wali murid lainnya. Ia mengaku tersentuh dengan perhatian yang diberikan pihak sekolah.
“Kami benar-benar merasa diperhatikan. Di saat penghasilan tidak ada, sekolah justru hadir membantu. Ini bukan hanya soal sembako, tetapi soal kepedulian,” katanya.
Program Hamas Peduli menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-9 Hamas School yang mengusung tema “Berkemajuan dalam Ilmu, Bermanfaat bagi Umat”. Melalui kegiatan ini, Hamas School menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah angin kencang musim baratan, paket sembako itu mungkin tampak sederhana. Namun bagi para wali murid, bantuan tersebut menjadi penanda bahwa mereka tidak sendiri—dan bahwa pendidikan sejati juga hadir melalui empati, kebersamaan, dan keberpihakan pada sesama. (#)
Jurnalis Elif Nashikhatul Maziyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












