
Nggawaho alat pengaman lan maem sing akeh
supaya ora luwe lan awaké dadi kuat
Dadio wong sing iman lan beramal saleh
supaya ora rugi nang donya lan akhirat
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Setiap hari, waktu berlalu tanpa bisa dihentikan. Jam terus berputar, siang berganti malam, dan usia kita perlahan berkurang.
Dalam kesibukan dunia, sering kali kita lupa bahwa waktu bukan sekadar hitungan detik, tetapi amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Kita bekerja, belajar, beraktivitas—namun apakah semua itu mendekatkan kita kepada Allah, atau justru menjauhkan?
Baca juga: Ikhtiar, Doa, dan Rencana Indah Allah
Di tengah arus kehidupan yang cepat ini, Allah Swt. menurunkan sebuah surah pendek namun sangat dalam maknanya. Surah yang mengguncang hati orang beriman dan menegur siapa pun yang lalai:
وَٱلْعَصْرِ
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ
وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
- Demi masa
- Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
- Kecuali., orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, yang saling menasihati agar menaati kebenaran, dan saling menasihati agar menetapi kesabaran. (Al-‘Ashr: 1–3)
Surah Al-‘Ashr adalah pengingat bahwa waktu adalah saksi atas hidup manusia. Siapa pun yang menyia-nyiakan waktunya tanpa iman, amal saleh, dan kesabaran—dialah yang merugi. Tidak peduli seberapa tinggi kedudukan atau seberapa banyak harta, semuanya akan lenyap tanpa makna bila tidak disertai keimanan dan kebaikan.
Karenanya, mari kita isi sisa waktu dengan amal terbaik: membantu sesama, memperkuat iman, menebar kebenaran, dan belajar bersabar atas setiap ujian. Hidup ini singkat, dan kerugian terbesar bukanlah gagal dalam urusan dunia, melainkan gagal meraih rida Allah.
“Yaa Allah, Yaa Rabb, jadikanlah kami insan yang beruntung, sukses di dunia dan di akhirat. Kuatkan iman kami, bimbing langkah kami, dan jauhkan kami dari golongan yang merugi. Aamiin.”
Bangunlah di sepertiga malam terakhir—saat dunia terlelap, namun pintu langit terbuka bagi doa dan ampunan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












