Feature

Dari Kaos Custom hingga Interior, Karya Siswa SMK Matig Dipesan Berbagai Pihak

23
×

Dari Kaos Custom hingga Interior, Karya Siswa SMK Matig Dipesan Berbagai Pihak

Sebarkan artikel ini
Tatik Erawati dan Mohammad Nurfatoni (duduk) saat mengisi buku tamu digital di lobi SMA Matic, Rabu 13 Agustus 2025 (Tagar.co/Mardliayatul Faizun)

Juri LLSMS dibuat kagum melihat unit usaha siswa SMK Matig yang memproduksi kaos custom, furnitur, dan interior untuk berbagai lembaga.

Tagar.co – Kunjungan juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) ke SMK Muhammadiyah 3 Gresik, Jawa Timur, pada Rabu sore (13/8/2025) meninggalkan kesan mendalam.

Sebelum memasuki gedung, para juri yang berasal dari Majelis Dikdasmen-PNF danMajelsi Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik itu diajak bergabung dalam Senam Anak Indonesia Hebat bersama puluhan siswa berseragam olahraga kuning-hitam. Di halaman sekolah, gerakan senam dipandu dengan semangat, diiringi musik ceria.

Baca juga: Outing Class Unik SMK Matig, Mengikuti Festival Seni Berskala Internasional

Mohammad Nurfatoni (biasa disapa Pak Fatoni) dan Tatik Erawati (alias Bu Tatik) tampak mengikuti gerakan dengan santai, sementara Mardli’atul Faizun (atau Mbak Is) berbaur di antara barisan sambil sesekali memotren momen langka ini.

Usai senam, rombongan juri diarahkan menuju lobi sekolah. Di ruang yang sejuk dan terang itu, mereka memulai kunjungan dengan mengisi buku tamu digital di meja resepsionis.

Di lobi yang sejuk dan terang, Bu Tatik dan Mbak Is menggunakan handphone untuk men-scan barkode buku tamu, sementara Pak Fatoni sambil duduk di kursi mengisi data di layar tablet. Suasana santai, tetapi tetap formal, menjadi pembuka kunjungan mereka.

Baca Juga:  SMK Matig Borong Juara LKS Dikmen Gresik, Empat Siswa Lolos ke Tingkat Provinsi
Tatik Erawati dan Mohammad Nurfatoni di lobi SMA Matic, Rabu 13 Agustus 2025 (Tagar.co/Mardliayatul Faizun)

Usai mengisi buku tamu digital, ketiganya memperhatikan suasana lobi yang rapi dengan desain modern. Tatik mengaku kagum dengan ruangan ini karena seperti berada di kantor perusahaan ternama. “Serasa bukan di sekolah,” katanya.

Tampak meja resepsionis, kursi kerja, hingga panel dinding kayu bertekstur di belakang petugas, seluruhnya merupakan hasil karya siswa SMK Matig yang dikerjakan di unit usaha mebel sekolah. “Wah bagus sekali, bisa dipromsikan ini,” ujar Pak Fatoni sambil menunjuk ke arah panel.

Dia, tak menyangka siswa-siswi di sekolah yang akrab disebut SMK Matig itu mampu mengelola unit usaha yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bernilai jual tinggi.

Saya yang menjabat Wakil Kepala Humas SMK Matig, menerangkan, untuk produk furnitur, karya siswa SMK Matig sudah digunakan di SMK Muhammadiyah 5 Gresik dan SMK Muhammadiyah 7 Cerme Gresik.

Sementara untuk layanan desain interior, hasil karya mereka telah dipasang di SMK Hidayatul Ummah Balongpanggang, SMK Nurul Islam, Bumdes Pongangan, serta SMP Muhammadiyah 7 Cerme.

Penulis dan Mohammad Nurfatoni (duduk) memamerkan kaos produski SMA Matic, Rabu 13 Agustus 2025 (Tagar.co/Mardliayatul Faizun)

Usai dari lobi, rombongan juri bergerak ke ruang produksi lain. Rahmah Febrianti, menunjukkan dua contoh kaos buatan siswa: kaos hitam bergambar kendaraan dengan tulisan “Berkelana” dan kaos oranye dengan desain tipografi khas.

Baca Juga:  Dari Semangat ke Pendampingan: Peran Guru dalam Kurikulum Berbasis Cinta

Sambil memegang kedua kaos itu, Pak Fatoni dan saya berdiskusi singkat tentang kualitas sablon serta peluang memperluas pemasaran melalui digital marketing.

Untuk pesanan kaos, sebagian besar datang dari acara gathering keluarga. Selain itu, ada juga pesanan dari kader Posyandu Desa Dadap Kuning, kader Posyandu Desa Lengkong, serta SMP Muhammadiyah 7 Cerme. Pesanan custom satuan pun cukup banyak, menunjukkan minat yang beragam terhadap produk buatan siswa ini

Pak Fatoni lalu memberi masukan, “Unit usaha seperti ini luar biasa. Tinggal perlu ditingkatkan lagi pemasarannya. Digital marketing harus diperluas agar jangkauan konsumennya lebih luas.”

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Gresik, Hasan Abidin (kanan) bersama waka saat menerima juri LLSMS (Tagar.co/Mardliayatul Faizun)

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Gresik, Hasan Abidin, M.Pd.I, yang menyambut juri bersama para wakil kepala sekolah menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan unit usaha siswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek dan kewirausahaan.

“Kami ingin lulusan SMK Matig tidak hanya memiliki keterampilan sesuai jurusan, tetapi juga mampu membaca peluang usaha dan memasarkan produk mereka,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, SMK Matig optimistis unit usaha siswa ini akan terus berkembang, memberi pengalaman kerja nyata bagi pelajar, sekaligus manfaat bagi warga sekolah dan masyarakat luas.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise

Pada kunjungan yang berlangsung hingga Magrib ini, para juri berkesempatan mengunjungi semua kelas dan ruangan hingga lantai keempat, termasuk Mili Beauty & Spa milik Jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Matig di lantai tiga.

“Ibu Tatik dan Mbak Is bisa reservasi perawatan di sini,” saya menawarkan sambil tersenyum.

Dalam penilaian, para juri memberikan beberapa catatan terkait kenyamanan dan kebersihan sekolah, pengelolaan sampah, kerindangan, kebersihan toilet, serta kesehatan makanan di kantin. Masukan-masukan tersebut kami catat dan akan ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan SMK Matig ke depan. (#)

Jurnalis Rahma Febrianti