
PLP di Smamdela menjadi bukti bahwa efisiensi anggaran bukan hambatan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas.
Tagar.co – Kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang dicanangkan pemerintah mengharuskan sekolah dan perguruan tinggi semakin kreatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Salah satu upaya nyata terlihat di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) yang terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.
Pada Jumat (14/2/25), sekolah yang beralamat di Jalan Raya Morowudi ini menutup Program Latihan Profesi (PLP) mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dan membuka PLP mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), memastikan kesinambungan dalam pengembangan kompetensi calon pendidik.
PLP kali ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebanyak lima orang, Pendidikan Luar Biasa (PLB) empat orang, Teknologi Pendidikan empat orang, serta Pendidikan Bahasa Inggris lima orang.
Menurut Riskiyana Naufil Ramadani, mahasiswa PPKn UNESA, program ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai 10 Februari hingga 2 Juni 2025, dengan fokus utama pada peningkatan keterampilan pedagogik dan pengalaman mengajar langsung di sekolah.
“Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik pembelajaran di sekolah, termasuk metode pengajaran, manajemen kelas, serta interaksi dengan siswa,” ujarnya. Selain itu, mereka juga akan mempraktikkan perencanaan perangkat ajar, observasi kelas, hingga mengajar di bawah bimbingan guru pamong.
“Kami ingin mendapatkan pengalaman nyata di dunia pendidikan, belajar dari guru-guru berpengalaman, sekaligus mengembangkan keterampilan mengajar dan membangun relasi,” jelas Riskiyana.
Peluang besar untuk mengembangkan profesionalisme sebagai calon pendidik tentu diiringi dengan tantangan. Adaptasi dengan lingkungan sekolah dan karakter siswa menjadi hal yang perlu dihadapi mahasiswa PLP.
Pendekatan yang Berbeda
Para mahasiswa PLP juga harus mampu menyesuaikan metode mengajar agar efektif dan menarik bagi peserta didik dengan berbagai latar belakang. Dalam beberapa hari pertama di SMA Muhammadiyah 8 Gresik, mahasiswa PLP telah melakukan observasi kelas untuk memahami pola pengajaran guru serta dinamika siswa.
Mereka juga mulai mengenal budaya sekolah, berkoordinasi dengan guru pamong, serta menyiapkan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Setiap program studi memiliki pendekatan yang berbeda sesuai dengan kompetensinya.
Mahasiswa PPKn, misalnya, akan menitikberatkan pembelajaran pada pendidikan kewarganegaraan, hukum, dan demokrasi, serta penerapan nilai-nilai kebangsaan dan kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, mahasiswa PLB akan melakukan observasi selama satu hingga dua minggu untuk menentukan metode terbaik dalam mendukung keberagaman kebutuhan belajar siswa.
Putri Nabilah Wafifah, mahasiswa PLB Unesa, menambahkan bahwa program ini membantu mahasiswa mengenal lebih dalam lingkungan sekolah, mulai dari kurikulum hingga program unggulan yang diterapkan. Selain itu, mereka juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, serta pemecahan masalah sebagai bekal menjadi tenaga pendidik yang profesional.
“Kami menyadari bahwa dunia kerja nanti memiliki tantangan tersendiri. Program ini membantu kami lebih siap menghadapi situasi nyata dalam profesi guru,” kata Putri.
Menurut Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, M.Si., keberadaan mahasiswa PLP tidak hanya memberikan manfaat bagi mereka yang sedang belajar, tetapi juga bagi sekolah dalam menciptakan suasana akademik yang lebih dinamis.
“Dengan pendampingan dari guru-guru berpengalaman, mahasiswa PLP dapat berkontribusi dalam memperkaya pengalaman belajar siswa di sekolah,” ungkapnya.
Menariknya, program seperti ini juga menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan anggaran pendidikan. Dengan memanfaatkan sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi, keberlanjutan pembelajaran yang berkualitas tetap terjaga tanpa harus membebani anggaran sekolah maupun mahasiswa.
“Kolaborasi ini sejalan dengan semangat SMA Muhammadiyah 8 Gresik sebagai ‘Sekolah Sang Juara’ yang terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua,” tutupnya. (*)
Jurnalis Liset Ayuni Penyunting Darul Setiawan












