
Dari ruang belajar sederhana di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, sembilan siswa MI Mutwo menorehkan prestasi membanggakan: semifinalis KSNR 2025.
Tagar.co – Jumat malam (12/9/2025) menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) Panceng.
Melalui unggahan akun resmi Instagram @KPMseikhlashnya, diumumkan kabar menggembirakan: sembilan dari sebelas siswa MI Mutwo berhasil melaju ke babak semifinal Kompetisi Sains Nalaria Realistic (KSNR) ke-7 tingkat Provinsi.
Baca juga:Bikin Bangga! Siswa MIM 2 Campurejo Lolos ke Semifinal KMNR 2025
KSNR adalah ajang bergengsi berskala nasional yang mempertemukan ribuan pelajar dari berbagai daerah. Bukan sekadar lomba sains, kompetisi ini menekankan kemampuan berpikir logis, analitis, sekaligus bernalar dalam menyelesaikan soal.
Madrasah Desa, Prestasi Provinsi
Keberhasilan MI Mutwo menembus semifinal menjadi bukti bahwa madrasah kecil di pelosok Panceng mampu menorehkan prestasi besar. Tak kalah dari sekolah-sekolah ternama di perkotaan, sembilan siswa yang membawa nama baik madrasah ini adalah:
-
Abdullah Azman Najiya (kelas 2)
-
Rajendra Hamas Daryan (kelas 2)
-
Mohammad Farel Alvino (kelas 2)
-
Adha Tsaqif El Faith Ma’in (kelas 3)
-
Elda Keisha Rafanda (kelas 3)
-
Ahmad Baradul Qolbi (kelas 4)
-
Alfan Zaidan Azka Dina (kelas 5)
-
Khanza Inara Ahmad (kelas 5)
-
Putri Aprilia Az Zahra (kelas 6)
Kepala MI Mutwo, Nurkhan, tak bisa menyembunyikan rasa syukur sekaligus bangganya. “Alhamdulillah, sembilan siswa kami berhasil melaju ke semifinal KSNR. Ini hasil kerja keras anak-anak dan guru. Semoga mereka bisa terus melangkah hingga final dan membawa kebanggaan bagi madrasah serta masyarakat Panceng,” ujarnya penuh haru.

Peran Guru Pembimbing
Di balik prestasi ini, ada sosok guru pembimbing yang setia mendampingi, yakni Evi Syafi’ah. Ia mendampingi siswa-siswa dengan penuh kesabaran, meski Agustus lalu padat oleh berbagai kegiatan sekolah.
“Anak-anak sering tampak lelah dan kurang bergairah saat bimbingan. Saya sempat ragu mereka bisa menembus semifinal. Tapi ternyata Allah memberi anugerah luar biasa ini. Ketekunan anak-anak terbayar,” tutur Evi dengan mata berkaca-kaca.
Ribuan Peserta, Empat Zona
Tahun ini, babak penyisihan KSNR diikuti hampir 10.000 peserta. Panitia membaginya ke dalam empat zona:
-
Zona selatan di SD Muhammadiyah Driyorejo,
-
Zona tengah atau kota di SD Irada dan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM),
-
Zona utara di SD Muhammadiyah Sidayu.
Dengan sistem ini, pelaksanaan lomba berlangsung lebih teratur dan terfokus.
Semangat dari Desa untuk Indonesia
Pencapaian MI Mutwo bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga semangat membangun budaya belajar unggul dari desa. Madrasah yang jauh dari hiruk-pikuk kota ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh letak geografis, melainkan oleh dedikasi, kerja keras, dan doa tulus.
Dengan langkah kecil namun penuh keyakinan, MI Mutwo Panceng telah memberi pesan kuat: dari desa pun bisa lahir generasi hebat yang siap bersaing di panggung nasional.












