PanduanUtama

Cuaca Ekstrem Jatim 11-20 Januari 2026, Ini Daftar Daerah Rawan

3220
×

Cuaca Ekstrem Jatim 11-20 Januari 2026, Ini Daftar Daerah Rawan

Sebarkan artikel ini
Cuaca ekstrem Jatim periode 11-20 Januari 2026 melanda beberapa wilayah. BMKG Juanda mengingatkan waspada timbulnya bencana hidrometeorologi. Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing agar lebih waspada
Cuaca ekstrem Jatim periode 11-20 Januari 2026 melanda beberapa wilayah. Hujan lebat melanda Kabupaten Situbondo, Senin (12/1/2026) pagi (Tagar.co/Sugiran)

Cuaca ekstrem Jatim periode 11-20 Januari 2026 melanda beberapa wilayah. BMKG Juanda mengingatkan waspada timbulnya bencana hidrometeorologi. Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing agar lebih waspada

Tagar.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan press release Kewaspadaan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur periode 11-20 Januari 2026. BMKG menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Hujan sedang hingga lebat, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es. Periode cuaca ekstrem 11-20 Januari 2026,” tulis BMKG Juanda melalui akun resmi Instagram @infobmkgjuanda, Ahad (11/1/2026).

Data Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG Juanda menginformasikan sejumlah daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem:

  1. Kabupaten Banyuwangi
  2. Kota Batu
  3. Kabupaten Bondowoso
  4. Kabupaten Jember
  5. Kota Kediri
  6. Kabupaten Magetan
  7. Kota Pasuruan
  8. Kabupaten Mojokerto
  9. Kabupaten Blitar
  10. Kabupaten Bojonegoro
  11. Kabupaten Jombang
  12. Kabupaten Kediri
  13. Kota Malang
  14. Kabupaten Lumajang
  15. Kabupaten Malang
  16. Kabupaten Nganjuk
  17. Kabupaten Ngawi
  18. Kabupaten Pasuruan
  19. Kabupaten Ponorogo
  20. Kabupaten Probolinggo
  21. Kabupaten Sampang
  22. Kabupaten Situbondo
  23. Kabupaten Tuban
  24. Kabupaten Tulungagung
  25. Kabupaten Lamongan
  26. Kabupaten Madiun
  27. Kota Mojokerto
  28. Kabupaten Sidoarjo
  29. Kabupaten Bangkalan
  30. Kabupaten Gresik
  31. Kota Blitar
  32. Kota Probolinggo
  33. Kota Surabaya
  34. Kabupaten Pamekasan
  35. Kabupaten Sumenep
  36. Kabupaten Trenggalek
  37. Kota Madiun
  38. Kabupaten Pacitan
Baca Juga:  Banjir Bandang Situbondo, 116 Rumah Guru dan Siswa Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Terdampak

BMKG memaparkan, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, intensitas cuaca ekstrem diperkirakan akan meningkat dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Waspada Perubahan Cuaca Mendadak

Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, kondisi suhu muka laut di perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.

“Wilayah dengan topografi curam atau bergunung atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.

Baca Juga:  Update BMKG Juanda 29 Januari 2026, Beberapa Wilayah Jatim Tidak Hujan

Pihak BMKG Juanda juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di laman resmi BMKG Juanda. (#)

Jurnalis Sugiran.