Feature

CBT semakin Diminati Siswa SD Muhammadiyah Melirang

45
×

CBT semakin Diminati Siswa SD Muhammadiyah Melirang

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan ujian berbasis CBT oleh siswa SD Muhammadiyah Melirang (Tagar.co/Rabya Auliani)
Pelaksanaan ujian berbasis CBT oleh siswa SD Muhammadiyah Melirang (Tagar.co/Rabya Auliani)

Computer Based Test (CBT) semakin diminati siswa-siswi SD Muhammadiyah Melirang. Inovasi pendidikan berbasis digital ini pun diterapkan sekolah dalam Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil.

Tagar.co – SD Muhammadiyah Melirang, Bungah, Gresik, Jawa Timur menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, sekolah masuk tahun kedua dalam penerapan Computer Based Test (CBT). Program tersebut diterapkan untuk kelas atas: mulai kelas 4 sampai kelas 6.

Sedangkan untuk kelas bawah, yakni kelas 1-3 masih menggunakan Paper Based Tes (PBT) sebagai model penilaian pada kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil.

CBT dipilih sebagai bentuk adaptasi terhadap digitalisasi pendidikan. Sekaligus upaya membekali siswa dengan literasi teknologi sejak dini.

Tahun sebelumnya, penerapan CBT di sekolah mendapat sambutan positif dari siswa, guru, maupun orang tua. Melalui pengalaman pertama tersebut, sekolah kemudian melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaan tahun kedua lebih matang dan optimal.

Dalam perspektif kurikulum, ujian berbasis CBT sejatinya bukan hanya soal mengganti kertas dengan layar komputer. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari strategi membangun literasi digital sejak dini.

Baca Juga:  Karnaval Arakan Sunatan SD Muhammadiyah Melirang Ramaikan Pensi di MDTC

Anak-anak tumbuh di era teknologi yang serba cepat, sehingga sekolah harus menjadi ruang latihan mereka untuk terbiasa menggunakan perangkat digital secara positif dan produktif.

CBT Banyak Manfaat

Kepala SD Muhammadiyah Melirang, Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa penggunaan CBT memberikan banyak manfaat.

“Selain mengurangi penggunaan kertas, ujian berbasis komputer juga membantu siswa terbiasa dengan teknologi, meningkatkan efisiensi waktu, serta mempermudah proses koreksi hasil ujian,” katanya.

Menurut Fichrul, guru tidak lagi harus memeriksa lembar jawaban secara manual, karena sistem sudah secara otomatis merekap nilai. “Hal ini tentu membuat proses penilaian lebih cepat, transparan, dan akurat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SD Muhammadiyah Melirang, Rabya Auliani, merasa bangga sekaligus bersyukur karena sekolah telah memasuki tahun kedua dalam menerapkan CBT untuk PTS.

“Perubahan ini bukanlah langkah sederhana, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Rabya Auliani.

Menariknya, antusiasme siswa terlihat semakin besar. Banyak dari mereka merasa lebih percaya diri dan termotivasi mengikuti ujian berbasis komputer.

Baca Juga:  Tari Atuna Tufuli Murid ABA Melirang Semarakkan Acara Isra Mikraj

“Saya senang karena soalnya lebih mudah dibaca, tinggal klik saja untuk menjawab,” ujar Amar, murid kelas V.

Hal ini menunjukkan bahwa CBT bukan hanya sekadar inovasi teknis, tetapi juga berdampak positif pada psikologis peserta didik.

Para orang tua pun memberikan apresiasi. Mereka menilai langkah sekolah sejalan dengan kebutuhan generasi saat ini yang tidak bisa lepas dari dunia digital.

Dengan pembiasaan sejak SD, anak-anak diharapkan mampu menghadapi tantangan pendidikan di jenjang berikutnya dengan lebih siap.

Penerapan CBT di SD Muhammadiyah Melirang menjadi bukti nyata bahwa sekolah dasar pun dapat bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Dengan konsistensi dan evaluasi berkelanjutan, harapannya model ini semakin sempurna serta dapat menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. (#)

Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Nely Izzatul