Feature

Cahaya Isra Mikraj di Mugeb, Ada Masjid Terbang dan Replika Al-Aqsha

57
×

Cahaya Isra Mikraj di Mugeb, Ada Masjid Terbang dan Replika Al-Aqsha

Sebarkan artikel ini
Mugeb Primary School merayakan Isra Mikraj 1447 H melalui kompetisi miniatur masjid kreatif dan pertunjukan seni siswa guna memperkuat keimanan serta menumbuhkan kebaikan dalam lingkungan sekolah.
Kepala Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Si., memberikan sambutan. (Tagar.co/Septemdira Intan Sari)

Mugeb Primary School merayakan Isra Mikraj 1447 H melalui kompetisi miniatur masjid kreatif dan pertunjukan seni siswa guna memperkuat keimanan serta menumbuhkan kebaikan dalam lingkungan sekolah.

Tagar.co — Suasana area sports centre Mugeb Primary School pada Kamis pagi, 15 Januari 2026, tampak berbeda. Puluhan “masjid” penuh warna secara ajaib berjejer memenuhi lapangan. Riuh antusias para murid menyelimuti area tersebut, mengubah rutinitas Kamis menjadi sebuah festival kreativitas yang hangat.

Hari itu, seluruh warga Mugeb Primary School merayakan hari besar Islam Isra Mikraj 1447 Hijriah. Mengusung tema “Cahaya Isra Mikraj 1447H: Growing Faith, Growing Goodness”, sekolah ingin menanamkan benih iman yang tumbuh beriringan dengan kebaikan. Akhmad Mujahidul Authon, S.Pd.I. dan Nurul Fitriyah, S.Pd. memandu jalannya acara dengan penuh semangat.

Dua ustadz kecil, Arka Wirasena Damar Jati dan Riffat Shalahuddin Athar dari kelas II Cherry, membuka acara dengan pembacaan doa yang khidmat. Tak lama berselang, lantunan Asmaul Husna dari murid perempuan kelas IV menggema, menenangkan jiwa setiap orang yang hadir.

Kepala Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Si., memberikan sambutan yang membakar semangat. Fony memotivasi para murid yang tengah berkompetisi membuat miniatur masjid agar tidak berkecil hati jika belum meraih hasil maksimal.

“Dalam kompetisi seperti ini, kalau menang itu alhamdulillah, kalau kalah dicoba lagi,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.

Seusai sambutan, parade perjalanan masjid pun dimulai. Para siswa mengarak masjid-masjid hasil karya mereka mengelilingi panggung sebelum dewan juri memberikan penilaian. Satu per satu miniatur tampil memukau dengan berbagai desain, warna, dan ukuran. Mulai dari replika Masjid Nabawi hingga Masjid Maulana Malik Ibrahim Gresik, semuanya tampak megah dalam bentuk mungil.

Masjid Kelas V Cut Nyak Dien juara. (Tagar.co/Istimewa)

Keajaiban Masjid Terbang dan Replika Al-Aqsha

Daya tarik utama muncul saat kelas V Adam Malik memamerkan karya bertajuk The Flying Mosque. Masjid ini memiliki konsep unik karena bisa “terbang” berpindah menuju lokasi yang membutuhkan. Ibrahim Fathan, salah satu murid kelas V Adam Malik, menjelaskan keunggulan karya timnya dengan bangga.

“Masjid kelas kita punya fitur tersembunyi; bisa terbang,” jelas Ibrahim sembari menunjukkan mekanisme karyanya.

Tak kalah menarik, kelas VI Electone membawa replika Masjid Al-Aqsha. Dari luar, bangunan ini tampak polos dan sederhana. Namun, kejutan terjadi saat kubahnya terangkat. Bagian dalam masjid terbuka dan menyajikan diorama situasi Masjidil Haram yang lengkap dengan miniatur Kakbah di dalamnya. Kreativitas tanpa batas ini mengundang decak kagum dari para guru dan wali murid.

Setelah parade masjid usai, kemeriahan berlanjut dengan penampilan seni dari setiap jenjang kelas. Murid kelas V membuka sesi ini dengan mini drama berjudul “Cahaya Isra Mikraj”. Mereka mengisahkan kembali peristiwa perjalanan agung Nabi Muhammad SAW saat menerima perintah salat lima waktu.

Siswa kelas II kemudian menyusul dengan lantunan lagu “Pada Bulan Rajab” yang merdu. Suasana semakin ceria saat murid-manis dari kelas I membawakan tari Islami dengan gerakan yang lincah dan menggemaskan.

Keberagaman penampilan terus mengalir. Murid kelas III maju ke panggung untuk mendongengkan kisah Isra Mi’raj dengan gaya yang ekspresif. Tak mau kalah, siswa kelas IV menyuguhkan musikalisasi puisi bertajuk “Jejak Cahaya Isra Mikraj” yang menyentuh hati.

Mugeb Primary School merayakan Isra Mikraj 1447 H melalui kompetisi miniatur masjid kreatif dan pertunjukan seni siswa guna memperkuat keimanan serta menumbuhkan kebaikan dalam lingkungan sekolah.
Pemenang lomba tampilan. (Tagar.co/Septemdira Intan Sari)

Syahril Quran dan Puncak Pengumuman Juara

Sebagai penutup rangkaian pertunjukan, murid level paling senior, yakni kelas VI, menampilkan Syahril Quran. Mereka membawakan tema “Peristiwa Isra Mikraj sebagai Momentum Konkretisasi” dengan sangat apik, memberikan pesan mendalam tentang implementasi nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketegangan sempat menyelimuti lapangan saat pembawa acara bersiap mengumumkan hasil penjurian. Untuk kompetisi penampilan seni, dewan juri menetapkan kelas II sebagai pemenang level I dan II. Sementara itu, kelas IV merajai level III dan IV, serta kelas VI unggul di level V dan VI.

Puncak kegembiraan pecah saat pengumuman pemenang kompetisi miniatur masjid. Kerja keras para siswa membuahkan hasil manis. Kelas I Bougenville, kelas II Eggfruit, kelas III Egypt, kelas IV Ant, kelas V Cut Nyak Dien, dan kelas VI Electone berhasil menyabet gelar juara di kategori ini.

Perayaan Isra Mikraj tahun ini bukan sekadar seremoni. Melalui miniatur masjid dan seni peran, Mugeb Primary School berhasil menyalakan cahaya iman di hati para siswanya, sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai religi bisa tersampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. (#)

Jurnalis Septemdira Intan Sari Suprobowati Penyunting Sayyidah Nuriyah