
Tagar.co – Bupati Lumajang Indah Amperawati hadir di acara Pengajian Akbar PDM Lumajang bertempat di Perguruan Muhammadiyah, Jalan Brantas No. 7, Jogoyudan, Ahad (21/12/2025).
Sebagai pembicara pengajian Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Hilman Latif.
Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam sambutannya menyampaikan syukur bisa hadir di acara ini.
Dia bercerita, sempat dihubungi oleh Ustaz Haryo tiga hari sebelumnya. Namun pesan WhatsApp tersebut belum terbaca karena tertumpuk dengan pesan-pesan lain.
“Nomor WhatsApp saya hanya satu. Setiap hari yang masuk lebih dari dua ratus WhatsApp,” jelasnya.
Ia mengaku kaget ketika Bang Jamal, salah satu anggota majelis PDM Lumajang, menghubunginya menyampaikan undangan pengajian akbar.
“Saya kaget. Kapan, Bang, tanya saya,” tuturnya. “Dijawab Ahad tanggal 21 besok, Bunda,” ujarnya menirukan. “Iya, insyaallah saya datang, Bang,” lanjutnya.
Sepulang dari Pemandian Selokambang, bupati lupa lagi belum membuka WhatsApp dari Ustaz Haryo karena banyak kegiatan.
Baru pada malam sebelum acara, Bunda Indah teringat setelah Bang Jamal menelepon lagi.
“Bang Jamal menelepon dan mengingatkan, ojo lali Ahad besok acara Milad Muhammadiyah,” ucapnya, disambut tawa jemaah.
“Iya, iya, insyaallah,” jawab Bunda Indah.
Lantas dia cek kepada Kepala Bagian Umum Pemkab apakah ada acara Milad Muhammadiyah di pendapa.
Jawaban yang diterima justru membuatnya heran. Karena Bagian Umum menjawab tidak ada acara di situ.
Setelah membuka WA Ustaz Haryo baru mengetahui lokasi kegiatan di Perguruan Muhammadiyah, bukan di pendapa seperti rencana semula yang tertunda karena bencana Gunung Semeru meletus.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah dan kepada Prof. Hilman. Selamat datang di Lumajang. Mohon maaf milad ini jadi tertunda karena erupsi Gunung Semeru,” ujarnya.
Dia bersyukur di tengah bencana itu, Muhammadiyah selalu hadir membantu.
Zero Korban Jiwa
“Alhamdulillah, warga persyarikatan melalui OMOR, One Muhammadiyah One Response, selalu hadir setiap saat ketika terjadi bencana,” ucapnya.
Hal itu menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan penghargaan kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
“Kemarin MDMC kami beri penghargaan supaya tambah semangat dan bisa semakin bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.
Ia memaparkan mitigasi bencana yang dilakukan dinilai berhasil sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. “Mitigasi bencana zero korban. Tetapi infrastruktur yang rusak sangat banyak,” ungkapnya.
Bunda Indah bahkan menilai erupsi Semeru tahun ini lebih besar dibandingkan erupsi tahun 2021. Semua aliran sungai, bendungan, dan tanggul sudah tidak berfungsi lagi. Semua tertutup material lahar.
Ia mengingatkan, jika mitigasi infrastruktur tidak segera dilakukan, potensi lahar ke depan bisa semakin membahayakan. Diprediksi bisa mengalir sampai Kecamatan Tempeh.
Ia berharap upaya mitigasi segera dilakukan agar lahar tidak sampai ke permukiman warga.
“Semeru ini gunung berapi di Pulau Jawa. Kita tidak bisa menolak. Yang bisa kita lakukan hanya meminta kepada Allah agar diberi kekuatan dan kecerdasan untuk bisa mengantisipasi dan memitigasi,” ujarnya.
Bunda Indah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah yang selama ini terus mendukung kepemimpinannya dari awal sampai saat ini.
“Mudah-mudahan kita bersama-sama terus bergandengan tangan sesuai tema milad kali ini, Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Karena di tengah bangsa yang sedang berduka, kita perlu kolaborasi dengan baik,” pungkasnya. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












