Telaah

Berkah Rasulullah Roti Tiga Potong Cukup untuk 80 Orang

86
×

Berkah Rasulullah Roti Tiga Potong Cukup untuk 80 Orang

Sebarkan artikel ini
Berkah Rasulullah Muhammad Saw terjadi sewaktu paceklik melanda Madinah. Di masa itu bahan makanan berkurang. Orang berhemat dengan mkengurangi makan.
Roti gandum Arab

Ketika Rasulullah bersama banyak orang bertamu ke rumah Abu Thalhah, tuan rumah kaget. Sebab hanya memiliki tiga potong roti. Namun kejadian luar biasa membuat heran. Semua orang bisa makan. 

Tagar.co – Berkah Rasulullah Muhammad Saw terjadi sewaktu paceklik melanda Madinah. Di masa itu bahan makanan berkurang. Orang berhemat dengan mengurangi makan.

Ini dikisahkan dalam kitab Sirah Nabawi Ibnu Hisyam. Suatu ketika Rasulullah Saw bersama beberapa kaum orang berkumpul di masjid. Perut mereka kebanyakan diikat kain untuk menahan lapar.

Sahabat Abu Thalhah mendengar suara Rasulullah lemah menandakan lapar. Dia kemudian pulang menemui istrinya, Ummu Sulaim. ”Apakah ada sesuatu untuk dimakan?” tanyanya.

Istrinya mengeluarkan tiga roti gandum dan kurma. ”Kalau hanya untuk Rasulullah cukup,” jawab Ummu Sulaim.

Tiga potong roti itu lantas dibungkus kain. Bungkusan roti itu diberikan kepada anaknya, Anas bin Malik, yang saat itu masih remaja, diminta mengantarkan kepada Rasulullah.

Melihat Anas datang membawa roti, Rasulullah bertanya,”Apakah kamu diutus oleh Abu Thalhah?”

”Ya,” sahut Anas.

”Apakah untuk sesuatu makanan?” tanya Rasulullah lagi.

”Ya,”  jawab Anas.

Mendengar jawaban itu Rasulullah langsung berkata kepada orang-orang di masjid. ”Berdirilah semuanya, ayo berangkat,” ajak Rasulullah menuju rumah Abu Thalhah.

Anas mengikuti rombongan Rasulullah menuju rumahnya. Segera Anas memberitahu Abu Thalhah, bapak tirinya itu, bahwa Rasulullah datang bersama rombongan.

Kontan Abu Thalhah kaget. Tak menduga orang banyak berdatangan mengharapkan roti. Dia berkata kepada istrinya, ”Ummu Sulaim, Rasulullah datang bersama banyak orang. Kita tidak mempunyai makanan untuk mereka semua.”

Ummu Sulaim berkata tenang. Rupanya dia sudah paham Rasulullah. ”Allah dan RasulNya lebih mengetahui itu,” ujarnya kepada suaminya.

Abu Thalhah menemui Rasulullah menyilakan masuk. Orang banyak menunggu di luar. ”Bawa kemari apa yang kamu punyai,” ujar Rasulullah.

Ummu Sulaim membawa beberapa rotinya. Nabi meminta roti dipotong-potong. Di atasnya diolesi minyak samin.

Kemudian Rasulullah menyuruh sebagian orang masuk bergantian. Satu giliran sepuluh orang.

Sepuluh orang masuk. Mereka segera menikmati roti dengan olesan samin. Mereka makan dengan nikmat sampai kenyang. Kemudian keluar.

Rasulullah mengumpulkan potongan sisa roti. Setelah siap, giliran sepuluh rang lagi masuk. Mereka makan sampai kenyang.

Setelah rombongan ini keluar, Rasulullah mengumpulkan lagi sisa roti yang masih banyak. Setelah itu memanggil rombongan berikutnya.

Orang terus keluar masuk untuk makan roti dengan minyak samin sampai rombongan terakhir makan dengan kenyang. Anas menghitung orang yang ikut makan mencapai 80 orang.

Acara terakhir Rasulullah makan bersama keluarga Abu Thalhah dengan sisa roti seperti semula.

Semua orang merasakan berkah Rasulullah di musim paceklik bisa makan roti sampai kenyang. (*)

Penyunting Sugeng Purwanto