
Pembelajaran di TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik tak sekadar soal guru dan murid. Anak-anak pun dilatih saling mengajari, membangun rasa percaya diri dan kepedulian sejak usia dini.
Tagar.co – Suasana belajar di kelas B Dolphin TK Aisyiyah 41 Menganti, Gresik, Jawa Timur, Rabu (14/5/2025), tampak hidup dan penuh semangat. Hari itu, anak-anak tengah belajar mengenal api sebagai sumber kehidupan manusia, dan mereka tak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari teman sebaya.
Metode belajar berbasis kolaborasi diterapkan oleh Nadhirotul Mawaddah, guru kelas yang akrab disapa Bunda Iir. Ia membuka pelajaran dengan pertanyaan terbuka yang mendorong anak-anak berpikir kritis.
Baca juga: Simulasi Hujan di TK Aisyiyah 41 Menganti: Belajar Air dengan Tawa Riang
“Siapa yang tahu, api itu berasal dari mana sih?” tanyanya.
Pertanyaan itu langsung disambut meriah. Jawaban anak-anak pun beragam—dari matahari, korek api, kompor, lilin, lampu, hingga gunung meletus.
“Benarkah gunung meletus ada apinya?” tanya Bunda Iir kembali.
“Iya, Bunda. Waktu gunung meletus, dari dalam keluar lahar. Lahar itu bisa jadi api,” jawab Fatih Razka Salahuddin Wiratama penuh semangat.
Bunda Iir tersenyum bangga mendengar jawaban Fatih. Tak lama, Ubay Zaquan Nugroho menambahkan, “Listrik juga bisa mengeluarkan api.”
“Kenapa listrik bisa mengeluarkan api, Zaquan?” tanya Bunda Iir menggali lebih jauh.
“Kalau konslet itu loh, Bunda, kabelnya keluar apinya,” jawab Zaquan polos tapi tepat.
Keduanya pun mendapat apresiasi dari sang guru karena mampu menjelaskan secara logis dan orisinal.

Pembelajaran berlanjut dengan menulis nama-nama sumber api. Gambar-gambar telah tersedia di kertas tugas untuk membantu anak-anak menuliskannya.
Tiga anak—Shakila Rifaya Azzahra, Al Khawarizmi Yanrespati, dan Fatih—selesai lebih cepat. Melihat beberapa teman kesulitan, Bunda Iir memberi mereka misi baru: menjadi “guru kecil” bagi temannya.
“Kila, Al, dan Fatih, bantu temannya yang kesulitan menulis ya, bisa?” kata Bunda Iir. Anak-anak itu langsung bergerak.
Dengan sabar, Shakila membimbing Alifia Kayla Nayara dan Mysha Azkayra Laiba. “Sebutkan saja hurufnya ya, biar temannya yang menulis sendiri,” pesan Bunda Iir.
“Sudah selesai, Bunda. Tadi aku dan Lala dibantu sama Shakila,” kata Kayla sambil menunjukkan hasil tulisannya.
Fatih pun terlihat membantu Fauzan Adhima Pratista, sementara Zaquan yang masih belum selesai kemudian didampingi oleh Al Khawarizmi hingga rampung.
Di TK Aisyiyah 41 Menganti, belajar bukan hanya soal guru mengajar, tapi juga soal bagaimana anak-anak bisa saling mendukung. Belajar bersama teman sebaya tak hanya menyenangkan, tapi juga menumbuhkan empati, kerja sama, dan rasa percaya diri. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












