
Dengan canting di tangan dan semangat di dada, mahasiswa dari berbagai negara larut dalam proses membatik di Sanggar Sekar Ayu Tuban. Batik Gedog tak sekadar kain, tapi jembatan budaya yang menyentuh hati.
Tagar.co — Suasana hangat penuh keakraban terasa saat para mahasiswa asing peserta International Summer Course Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menapakkan kaki di Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Kamis 24 Juli 2025. Bukan sekadar kunjungan, hari itu mereka diajak menyelami warisan budaya Indonesia yang lekat dengan kearifan lokal: Batik Gedog khas Tuban.
Baca juga: Umla Dorong Transformasi Desa Wisata lewat Forum Internasional
Kegiatan dimulai dengan penyambutan ramah dari pemilik sanggar, Bu Uswatun beserta suami. Mereka memperkenalkan berbagai jenis batik yang diproduksi di sanggar tersebut, dari corak hingga teknik yang digunakan. Di tengah semilir angin pedesaan, penjelasan itu membawa para peserta pada pemahaman bahwa batik bukan hanya kain, tapi juga kisah panjang budaya dan ketekunan.
Tak cukup dengan teori, para mahasiswa langsung diajak melihat proses pembuatan batik dari awal: memintal benang, menenun kain, membatik pola dengan malam panas, hingga proses pewarnaan dan perebusan. Suasana semakin hidup saat mereka diberi kesempatan untuk membuat pola batik sendiri di atas kain. Tangan-tangan asing itu pun perlahan akrab dengan canting dan warna-warna alami khas batik Tuban.
Dalam salah satu sesi praktik, terlihat para mahasiswa dari berbagai negara duduk bersila di lantai sanggar, serius menorehkan pola di atas kain mori putih. Beberapa di antara mereka tampak didampingi pengrajin batik lokal yang sabar membimbing. Di latar belakang, deretan kain batik Gedog yang telah jadi tergantung mempesona, menciptakan suasana khas rumah produksi batik tradisional yang sarat nilai budaya.
“Mahasiswa asing terlihat senang karena bisa turut terlibat langsung dalam membuat kain batik,” ujar Dias Tiara Putri Utomo, M.Pd., salah satu pendamping kegiatan. “Kegiatan kunjungan ini adalah salah satu bentuk promosi budaya atau warisan Indonesia kepada masyarakat internasional yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Lamongan melalui program tahunan International Summer Course.”
Di akhir kegiatan, karya-karya batik buatan mahasiswa dipamerkan seadanya, menjadi bukti pengalaman sekaligus rasa kagum mereka terhadap budaya Indonesia. Ada senyum puas, ada decak kagum, dan ada pula kekaguman yang terekam dalam kamera ponsel masing-masing.
Lebih dari sekadar kunjungan, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi para peserta—bukan hanya membawa pulang kain batik hasil karya sendiri, tetapi juga cerita dan semangat untuk memperkenalkan Batik Gedog khas Tuban ke penjuru dunia. (#)
Jurnalis Rohmat Penyunting Mohammad Nurfatoni












