
Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menghadirkan perspektif segar tentang peran strategis desa wisata dalam pembangunan budaya dan ekonomi dalam International Summer Course 2025.
Tagar.co — Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan global melalui gelaran International Summer Course 2025, Selasa (22 Juli 2025.
Salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta datang dari pemaparan dosen tetap Umla, Suyitno, S.E., M.M., yang membahas tema “From Tradition to Innovation: The Role of Tourism Villages in Cultural and Economic Transformation”.
Baca juga: Summer Course Umla Bahas Transparansi dan Dampak Dana Desa Wisata
Bertempat di Gedung E Umla, sesi ini disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris dan diikuti dengan antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang negara dan budaya. Suyitno membuka pemaparannya dengan menggarisbawahi peran sentral desa wisata dalam membangun jembatan antara pelestarian nilai-nilai lokal dan inovasi pariwisata yang adaptif terhadap zaman.
“Tourism villages serve as a bridge that connects cultural preservation with innovation in the growing tourism industry,” ungkapnya dalam presentasi.
Lebih dari sekadar paparan akademik, sesi ini menyajikan praktik-praktik nyata dari pengembangan desa wisata di Indonesia. Melalui pendekatan partisipatif dan studi kasus, para peserta diajak menelaah langsung bagaimana komunitas desa dapat menjadi aktor utama dalam transformasi budaya dan ekonomi.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan semangat pertukaran pengetahuan lintas budaya yang menjadi tujuan utama program ini. Peserta pun tampak antusias berbagi pengalaman dari negara masing-masing, menciptakan ruang belajar kolaboratif yang inklusif dan transnasional.
International Summer Course 2025 di Umla menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus, sekaligus wahana memperkuat jejaring global dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan. (#)
Jurnalis Syalluna Avitru Juliafsah Penyunting Mohammad Nurfatoni












