
Dari karpet merah hingga sudut aula, keakraban antara ayah dan anak mengalir tulus. Father’s Day di TK Aisyiyah 1 Probolinggo menghadirkan momen kebersamaan yang jarang terjadi di tengah kesibukan para ayah.
Tagar.co — Sabtu (8/11/2025) pagi itu, halaman TK Aisyiyah 1 Kota Probolinggo tampak berbeda dari biasanya. Warna-warni pakaian senada antara ayah dan anak menghiasi suasana cerah penuh kehangatan. Tawa dan canda berpadu dengan irama musik ceria saat 157 murid bersama ayahnya bersiap mengikuti kegiatan bertajuk Father’s Day Penuh Ceriaan.
Kegiatan dibuka dengan gerak dan lagu sebagai pemanasan. Para ayah tampak antusias mengikuti setiap gerakan kecil buah hatinya. Setelah itu, mereka diarahkan menuju Aula Lantai 2 untuk mengikuti acara utama: Fashion Show Ayah dan Anak.
Amanah Baru, Semangat Baru: Pimpinan Daerah IGABA Kota Probolinggo 2024–2029 Dikukuhkan
Acara dimulai pukul 07.30 dan dipandu dengan semangat oleh Arini Diah Rahmawati, S.Pd., dan Khoisunnisa Raniah. Suasana menjadi khidmat sejenak ketika Bayu Purwo Rahadi Putro membacakan ayat suci Al-Qur’an, disambung terjemahan oleh putrinya, Raqilla Alzafina Bayu Putri.
Dalam sambutannya, Kepala TK Aisyiyah 1, Siti Roudhatul Jannah, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi peringatan Hari Pahlawan (10 November) dan Hari Ayah (12 November). “Kami ingin menegaskan bahwa kasih sayang anak bukan hanya datang dari ibu, tetapi juga dari ayah. Jadilah pahlawan, teman, dan pelindung bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Catwalk Penuh Makna
Sebanyak delapan kelas tampil bergantian menampilkan kreativitas mereka. Dimulai dari kelas B4 dan A4, hingga ditutup oleh kelas B1 dan A1, masing-masing menampilkan gaya busana bertema profesi, pahlawan, adat, hingga muslim seperti kiai dan santri.
Suasana aula pun riuh oleh tepuk tangan dan sorak tawa. Para ayah dan anak berjalan dengan percaya diri di atas karpet merah, menampilkan pose-pose terbaik mereka.
Ada yang melompat bersama, ada pula yang berpose menggendong anaknya atau melakukan selebrasi kecil. Setiap momen terasa istimewa ketika sang ayah menyematkan pin kenangan di dada buah hatinya—simbol cinta dan kebanggaan seorang ayah.
Keakraban yang Mengharukan
Sebagai penutup, para ayah diajak membacakan buku cerita untuk anak-anak mereka. Pemandangan penuh kasih pun tersaji: ada yang membaca sambil berbaring di lantai, ada pula yang memangku putranya dengan penuh kehangatan.
Bagi sebagian ayah yang sibuk bekerja, momen ini menjadi kesempatan langka untuk hadir sepenuhnya dalam dunia kecil anak-anak mereka. Bagi para murid, ini menjadi hari yang tak terlupakan—hari di mana mereka bisa melihat sosok ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sahabat, pahlawan, dan sumber cinta yang nyata. (#)
Jurnalis Wike Widiawati Penyunting Mohammad Nurfatoni












