
Tagar.co – Babak penyisihan Surabaya Open Math Challenge (SOMC) diikuti murid SD/MI di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, Ahad (10/5/2026).
Acara berlangsung di rayon masing-masing. SD Muhammadiyah Melirang Bungah Gresik mengikutkan 17 murid.
Seperti Almahdi, Rama, Farza, Akmal, dan Fira (Murid kelas1), Afifah, Kayla , Thania, dan Anjani (murid kelas2), Bita, Fayla, dan Aqila (murid kelas 3), Afika,Aisyah, dan Amar (murid kelas 4), Alisa, dan Abraham (murid kelas 5).
Persiapan menghadapi babak penyisishan SOMC dimulai beberapa pekan sebelum hari perlombaan. Murid mengikuti bimbingan dan latihan soal secara rutin bersama guru pembimbing.
Materi yang dipelajari meliputi operasi hitung, logika matematika, pecahan, geometri, pola bilangan, hingga soal cerita yang membutuhkan ketelitian dan strategi.
Selain belajar di sekolah, para murid juga berlatih secara mandiri di rumah agar semakin terbiasa mengerjakan soal-soal olimpiade.
Saat latihan, guru memberikan banyak tip dan trik agar murid dapat menyelesaikan soal dengan cepat dan tepat. Meskipun beberapa soal terasa sulit, para murid tetap berusaha dan tidak mudah menyerah.
Mereka berdiskusi, bertanya kepada guru, dan terus memperbaiki kesalahan dari latihan sebelumnya. Semangat belajar dan kerja keras membuat kemampuan mereka semakin meningkat.
Fiana, guru pendamping menyampaikan, persiapan yang baik menjadi kunci utama dalam menghadapi lomba matematika. ”Murid tidak hanya dituntut pintar berhitung, juga harus teliti, sabar, dan percaya diri,” katanya.
Ustazah Fiana bangga melihat semangat para murid yang tetap rajin berlatih dan tidak mudah menyerah ketika menemukan soal yang sulit.
Afika, peserta SOMC, senang mendapatkan banyak pengalaman baru dan belajar berbagai jenis soal matematika yang menantang. Meskipun sempat gugup, ia berusaha belajar sungguh-sungguh agar memberikan hasil terbaik untuk sekolah dan orang tua.
Waktu babak penyisihan tiba, peserta datang lebih awal ke lokasi lomba, di SD Muhammadiyah Manyar, dengan mengenakan seragam rapi dan membawa perlengkapan.
Suasana di tempat lomba ramai dihadiri peserta dari berbagai sekolah. Sebelum lomba dimulai, guru pembimbing memberikan motivasi agar murid tetap tenang, percaya diri, dan teliti saat mengerjakan soal.
Babak penyisishan berlangsung, peserta mulai mengerjakan soal berpacu dengan waktu. Ada beberapa soal yang menantang, peserta berusaha mencari jawaban dengan teliti.
Babak penyisihan selesai, murid lega. Mereka sudah berusaha yang terbaik. Guru pendamping memberikan apresiasi karena sudah menunjukkan semangat pantang menyerah selama perlombaan. (#)
Jurnalis Ghilmi Masruri Penyunting Sugeng Purwanto












