
Kolaborasi energik Tari Saman dan Tapak Suci sukses mencuri perhatian penonton dalam Haflah Akhirissanah Smamdela 2026. Harmoni gerak budaya dan bela diri menghadirkan pertunjukan spektakuler yang penuh disiplin, kekompakan, dan semangat juang.
Tagar.co — Gemuruh tepuk tangan membahana di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik saat kolaborasi Tari Saman dan Tapak Suci tampil memukau dalam Haflah Akhirissanah SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela) Gresik, Ahad (10/5/2026).
Sejak irama pembuka terdengar, suasana ruangan langsung berubah semarak. Sorak kagum penonton mengiringi derap cepat gerakan para penari Saman yang berpadu apik dengan ketegasan jurus Tapak Suci. Perpaduan seni budaya dan bela diri itu menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna.
Baca juga: Rektor UMG Ingatkan Lulusan Smamdela: Ijazah Saja Tak Cukup Hadapi 2030
Di atas panggung, para penari Saman duduk berjajar rapi dengan gerakan yang kompak dan ritmis. Tepukan tangan, hentakan dada, hingga ayunan tubuh dilakukan dengan presisi tinggi, menciptakan harmoni gerak yang memikat perhatian penonton sejak awal hingga akhir penampilan.
Sementara itu, enam anggota Tapak Suci tampil penuh percaya diri di sisi depan panggung. Mereka memperagakan jurus-jurus bela diri dengan kuat namun tetap terkontrol. Setiap gerakan mencerminkan nilai kedisiplinan, keteguhan, dan pengendalian diri yang menjadi ciri khas Tapak Suci.
Keistimewaan penampilan ini terletak pada perpaduan keduanya dalam satu alur pertunjukan yang utuh. Gerakan cepat dan kompak Tari Saman menyatu harmonis dengan dinamika Tapak Suci yang tegas dan energik, menciptakan ritme visual yang hidup di atas panggung.

Para undangan, guru, dan wali murid yang memenuhi ruangan tampak terpukau. Banyak di antara mereka mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel, seakan tak ingin melewatkan satu detik pun dari penampilan spektakuler itu.
Kekaguman penonton semakin terasa ketika formasi berubah menjadi lebih kompleks. Para penari Saman membentuk pola simetris yang rapi, sementara gerakan Tapak Suci mengisi ruang panggung dengan perpaduan kekuatan dan keindahan yang seimbang. Sinkronisasi keduanya menjadi bukti latihan panjang dan kerja sama solid di balik layar.
“Alhamdulillah, terbayar lunas,” ujar Siti Rasyada Syamsiatika sambil tersenyum usai tampil. Siswi kelas X-2 itu menjadi satu-satunya pendekar perempuan yang tampil bersama tim atlet Tapak Suci.

Rasya mengaku proses penyelarasan gerakan dengan tim Tari Saman tidak memakan waktu lama. “Hanya beberapa pekan saja,” tuturnya.
Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan dalam rangkaian Haflah Akhirissanah, melainkan juga simbol kebersamaan, disiplin, dan semangat juang siswa Smamdela. Seni dan bela diri berpadu dalam satu harmoni yang memperlihatkan kuatnya karakter generasi muda Muhammadiyah.
Saat pertunjukan berakhir, tepuk tangan panjang kembali menggema di seluruh ruangan. Sorak kagum dan rasa bangga bercampur menjadi satu, menutup salah satu penampilan paling berkesan dalam Haflah Akhirissanah Smamdela 2026—sebuah pertunjukan yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati para penonton. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni






