Feature

Kepala Smamdela: Prestasi Saja Tak Cukup, Lulusan Harus Menjadi Teladan

97
×

Kepala Smamdela: Prestasi Saja Tak Cukup, Lulusan Harus Menjadi Teladan

Sebarkan artikel ini
Emi Faizatul Afifah, M.Pd, kepala SMA Muhammadiyah 8 Cerme Gresik saat menyampaikan sambutannya di acara Haflah Akhirissanah XXXVI di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Di hadapan wisudawan dan wali murid, Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik Emi Faizatul Afifah mengingatkan bahwa dunia saat ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.

Tagar.co — Kepala SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela) Gresik, Emi Faizatul Afifah, menitipkan pesan tentang pentingnya kepemimpinan profetik kepada para wisudawan dalam Haflah Akhirissanah 2026 dan yang digelar di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Ahad (10/5/2026).

Baca juga: Smamdela Terapkan Absensi Digital pada Haflah Akhirissanah

Dalam sambutannya, Emi menyampaikan rasa bangga atas capaian siswa Smamdela selama menempuh pendidikan. Ia menilai sekolah terus menunjukkan konsistensi prestasi, termasuk melalui banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Tahun ini kembali banyak siswa Smamdela diterima di perguruan tinggi negeri favorit. Ini menjadi bukti bahwa kualitas akademik siswa mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain prestasi akademik, Emi juga menyoroti kepedulian sosial siswa Smamdela. Ia mengapresiasi keterlibatan siswa yang tergabung dalam Generasi Muda Pecinta Alam bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam misi kemanusiaan di Pulau Bawean saat terjadi bencana.

Baca Juga:  Synfest 2026, Etalase Pembelajaran Bermakna di SMA Muhammadiyah 8 Gresik

“Mereka belajar bahwa menjadi juara bukan hanya soal meraih piala, tetapi juga bagaimana hadir membantu sesama,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Emi turut memberikan perhatian khusus kepada para wisudawan tahfiz Al-Qur’an. Menurutnya, capaian hafalan Al-Qur’an merupakan investasi akhirat yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi kemuliaan bagi orang tua.

Suasana aula beberapa kali berubah haru ketika Emi mengenang perjalanan siswa sejak pertama kali masuk sekolah hingga kini berada di penghujung masa belajar mereka di Smamdela. Sejumlah wali murid tampak menyimak dengan mata berkaca-kaca, sementara para siswa mendengarkan sambutan dengan penuh perhatian.’

Keteladanan Nabi

Dalam pidatonya, Emi juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak cukup diukur dari nilai akademik, gelar, ataupun keberhasilan menembus perguruan tinggi favorit.

Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda hari ini justru terletak pada krisis keteladanan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

Dunia sedang krisis keteladanan, maka jadilah pemimpin masa depan yang berbeda dengan pemimpin-pemimpin masa kini, perjalanan panjang,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta para lulusan Smamdela tidak tumbuh menjadi pribadi yang kehilangan nurani, jauh dari kejujuran, dan abai terhadap persoalan rakyat maupun lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Photobooth Jadi Ruang Penuh Cerita di Haflah Akhirissanah Smamdela

“Jangan menjadi pemimpin yang tidak mendengar jeritan rakyat, tidak berani menyuarakan kebenaran, dan tidak peka terhadap keadilan,” pesannya di hadapan para wisudawan.

Emi menegaskan bahwa para siswa selama ini telah ditempa melalui spirit prophetic education atau pendidikan kenabian yang menjadi ciri pendidikan Muhammadiyah. Karena itu, ia berharap para lulusan mampu membawa empat sifat utama Rasulullah Saw. dalam kehidupan mereka, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Nilai sidik, menurut Emi, berarti keberanian untuk selalu jujur antara ucapan dan tindakan, termasuk ketika menghadapi tekanan atau godaan untuk mengambil jalan pintas. Amanah dimaknai sebagai kemampuan menjaga tanggung jawab dan kepercayaan, baik terhadap keluarga, pekerjaan, organisasi, maupun masyarakat.

Sementara tablig, lanjutnya, bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi keberanian menyampaikan kebenaran dan membela hal yang benar meski tidak selalu populer. Adapun fatanah diartikan sebagai kecerdasan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta menggunakan ilmu untuk menghadirkan kemaslahatan bagi banyak orang.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian hari ini. Dunia, kata Emi, terus berubah dengan cepat dan menuntut generasi muda untuk terus belajar, berpikir kritis, serta memiliki kepekaan sosial.

Baca Juga:  Career Class, 114 Siswa Masuki Dunia Kerja

Karena itu, ia meminta para siswa menjaga idealisme dan nilai-nilai yang telah dibangun selama belajar di Smamdela.

“Bawalah nilai-nilai besar itu ke mana pun kalian pergi. Jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari sekolah di sudut Gresik selatan,” ujarnya.

Tidak hanya kepada siswa, Emi turut menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang selama ini mendampingi proses pendidikan para siswa.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Smamdela untuk mendampingi putra-putri bapak ibu hingga sampai di titik ini,” ujarnya.

Menjelang akhir sambutan, Emi menyampaikan doa dan harapan agar para lulusan diberikan kemudahan dalam menempuh masa depan, baik yang melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari sekolah di sudut Gresik Selatan. Bintang-bintang tidak pernah bertanya di mana mereka berpijak, mereka hanya terus bersinar,” katanya menutup sambutan yang disambut tepuk tangan panjang hadirin. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni