
Melalui psikotes, conversation, serta tahsin dan tahfiz, sekolah berupaya memberikan layanan pendidikan yang sesuai bagi setiap peserta didik.
Tagar.co – SMP IT Al-Ibrah Gresik kembali menyelenggarakan kegiatan observasi calon peserta didik baru sebagai bagian dari rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPBM) tahun ajaran mendatang. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) pukul 08.00–12.30 WIB ini berjalan tertib, kondusif, dan penuh antusiasme, baik dari peserta maupun orang tua.
Sebanyak 20 calon peserta didik mengikuti observasi tersebut, terdiri atas 8 peserta didik laki-laki dan 12 peserta didik perempuan. Seluruh peserta menjalani berbagai tahapan seleksi yang dirancang untuk menggali kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, hingga kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Baca juga: Pelatihan Jurnalistik Al-Ibrah Dorong Guru Adaptif di Era Media Sosial
Observasi siswa dilaksanakan di ruang Banin’s ILP Class, sementara sesi observasi dan wawancara orang tua berlangsung di kantor SMP IT Al-Ibrah. Kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi agar seluruh rangkaian dapat berjalan efektif dan maksimal.
Adapun tahapan observasi meliputi psikotes, conversation, serta tahsin dan tahfiz Al-Qur’an. Sesi psikotes dipandu oleh Niswatul Maknuunah, S.Pd. untuk mengetahui karakter, potensi, dan kesiapan belajar calon peserta didik. Melalui tahapan ini, sekolah dapat memperoleh gambaran awal mengenai pendekatan pembelajaran yang sesuai bagi masing-masing peserta didik.
Selanjutnya, sesi conversation dibimbing oleh Nur Ainiyah, S.Pd. dan Badi’atus Sholihah, S.Pd. Pada sesi ini, peserta didik diajak berkomunikasi secara aktif guna mengukur kemampuan berbahasa, keberanian, serta keterampilan berinteraksi.
Sementara itu, tahapan tahsin dan tahfiz Al-Qur’an dipandu oleh Himmatul Choiriyah, S.Pd. dan Syarifah Monalizah. Dalam sesi tersebut, peserta didik diuji kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta hafalan yang telah dimiliki.
Tidak hanya calon peserta didik, wali murid juga mengikuti sesi wawancara dan komitmen bersama Taufiqur Rahman, S.Pd. Kegiatan ini menjadi upaya sekolah membangun sinergi dengan orang tua dalam mendukung pendidikan serta pembinaan karakter islami peserta didik.
Nur Ainiyah yang juga sebagai salah satu anggota panitia, menjelaskan observasi dilakukan untuk memastikan penempatan peserta didik sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.
“Proses seleksi bukan semata menentukan kelulusan, melainkan langkah awal dalam memberikan layanan pendidikan yang tepat bagi setiap peserta didik,” katabya.
Dia menambahkan pelaksanaan observasi SPMB sudah beberpa kali dilakukan sebelum ini. Umumnya dilakukan setiap hari Sabtu, meski tidak diadakan setiap pekan.
“Apabila terdapat agenda unit atau yayasan pada hari Sabtu tertentu, kegiatan observasi ditiadakan atau dijadwalkan ulang pada hari kerja (weekday), terutama ketika jumlah calon peserta didik cukup banyak dan observasi perlu tetap dilaksanakan pada pekan tersebut,” jelasdia
Dia berharap kegiatan ini dapat menjaring generasi qurani yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter islami yang kuat. (#)
Jurnalis Fuzti Nadya Brilian, pemenang praktik menulis berita tahap kedua dalam Content is News Pelatihan Jurnalistik di Era Media Sosial, Sabtu 9 Mei 2026 | Penyunting Mohammad Nurfatoni












