
Pertunjukan lintas seni dari pelajar Muhammadiyah Sidoarjo memperkuat relasi Indonesia–Malaysia melalui forum pendidikan.
Tagar.co – Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMP/MTs Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan lawatan bertajuk Integrasi Budaya dan Ilmu di Pondok Modern Al-A’baqirah.
Lembaga ini berada di bawah naungan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) yang beralamat di Menara MAIWP No. 55 Lorong Haji Hussein 2, 50300 Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Hari Pertama di Malaysia, Rombongan Pelajar Muhammadiyah Sidoarjo Kunjungi Ikon Nasional
Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaulhusna, doa, tilawah Al-Qur’an, serta penayangan video profil lembaga. Selanjutnya, 47 santri Al-A’baqirah menampilkan Kalam Jamaie sebagai pembuka acara.
Delegasi Foskam menampilkan berbagai pertunjukan budaya dari tiga sekolah, yakni SMP Muhammadiyah 9 Boarding School (Mubosta), SMP Muhammadiyah 5 Tulangan (Mulia), dan MTs Muhammadiyah 1 Taman (Muhita). Sekolah lain dijadwalkan tampil pada kegiatan lanjutan di Kolej Profesional Mara (KPM) Bandar Melaka.
Muhita menampilkan seni wayang yang dibawakan oleh Muhammad Daffa Atharizz Alhadar, Muhammad Fairuz Dermawan, dan Aisyah Az Zahra Putri Raharjo. Menggunakan busana adat Jawa, mereka mengangkat tema kepemimpinan yang jujur. Pertunjukan diawali dengan prolog berbahasa Inggris dan diiringi musik gamelan.

Guru pendamping Muhita, Refi Kartika Sari, menjelaskan bahwa tokoh Arjuna dan Bima digunakan untuk menyampaikan pesan moral tentang kejujuran dalam kepemimpinan. “Kekuasaan tetap kuat jika pemimpin jujur, dan kekuatan bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang berani berkata jujur,” ujarnya.
Selain itu, Mubosta menampilkan Syarhus Tsaqafah yang mengangkat kedekatan sejarah dan bahasa antara Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, SMP Mulia membawakan lagu “Kota Ini Tak Sama Tanpamu” untuk menciptakan suasana yang lebih hangat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pendidikan sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












