
Bukan sekadar menyaksikan, orang tua terlibat langsung menilai karya siswa dalam ajang ICP Sparkling Show 2026 yang memadukan kreativitas, bahasa asing, dan kepercayaan diri.
Tagar.co — Ratusan orang tua tampak aktif berkeliling dari satu stan ke stan lain, menyimak presentasi dalam bahasa asing, hingga memberikan penilaian langsung dalam ICP Sparkling Show 2026.
Kegiatan yang digelar SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas), Sabtu (25/4/2026), di Ballroom Hotel Horison GKB Gresik ini diikuti 350 peserta yang terdiri dari siswa, orang tua, dan guru dalam program Cambridge International Class Program (ICP).
Mengusung tema “Sparkling Creativity, Inspiring Future”, acara ini menjadi ajang unjuk karya sekaligus refleksi hasil pembelajaran siswa kelas VII, VIII, dan IX menjelang akhir semester genap.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Koordinator Program ICP, Wiwik Indrawati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tiga fokus utama, yakni pameran produk kreatif, penampilan siswa di atas panggung, serta presentasi poster dalam bahasa asing.
“Melalui tiga fokus ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri mereka di hadapan orang tua,” ujarnya.

Pada sesi pameran, berbagai produk kreatif ditampilkan, mulai dari olahan kue sehat berbahan tepung daun kelor, minuman sehat kombucha, hingga kerajinan tangan seperti gantungan kunci, pin, dan totebag dengan desain menarik.
Keterlibatan orang tua semakin terasa dalam sesi presentasi poster. Mereka diwajibkan mengunjungi minimal tiga karya dan mendengarkan pemaparan siswa dalam bahasa Inggris atau Mandarin.
Setelah itu, orang tua memberikan penilaian melalui tautan aplikasi atau pemindaian barcode yang telah disediakan, sehingga turut berperan sebagai evaluator karya dan performa siswa.
Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri. Keisha Nauraizza Hafidz dan Faustine El Nadiva mengaku tetap merasa gugup meski telah melakukan persiapan matang.
“Kami sudah berlatih dengan baik, tetapi tetap deg-degan saat orang tua datang. Rasanya seperti sedang diuji langsung oleh Papa dan Mama,” ungkap mereka.
Koordinator Seksi Acara, Amalia Syafira, S.Pd., menyebutkan bahwa rangkaian seremoni dan penampilan siswa dikemas secara istimewa dan multibahasa. Acara dipandu oleh master of ceremony dalam tiga bahasa—Inggris, Mandarin, dan Arab—serta dilengkapi pembacaan Al-Qur’an beserta terjemahan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara, mulai dari lagu, pembacaan puisi, drama musikal, hingga tari.
“Siswa dilatih secara khusus selama satu bulan terakhir, dan hasilnya terlihat nyata. Penampilan mereka sangat bagus dan tidak mengecewakan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Spemdalas bidang Kurikulum, Jamilah, S.Si., M.Pd., selaku penanggung jawab program menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran untuk melaporkan perkembangan siswa secara nyata.
“Program ini bertujuan agar orang tua dapat melihat langsung bagaimana anak-anak bertumbuh, khususnya dalam keterampilan komunikasi bahasa asing, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepercayaan diri mereka. Kami juga ingin memastikan siswa berada dalam lingkungan belajar yang dinamis dan positif,” jelasnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari para orang tua. Ibunda Nabilah Isnah Nur Azizah dari kelas VIII Germanium mengaku bangga dan terharu melihat perkembangan anaknya.
“Terima kasih sudah memberikan ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh sesuai passion-nya. Kami bangga dan terharu melihat perkembangan mereka,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ibunda Sabrina Salsabila Erdesya dari kelas VIII Ferrum yang menilai acara ini sangat berkesan.
“Keren sekali acaranya. Para orang tua sangat menikmati setiap momen yang disajikan secara epik, sampai tidak terasa waktunya sudah selesai,” ujarnya.
Testimoni juga datang dari orang tua siswa kelas IX Hadramaut yang menyebut kegiatan ini menjadi penyegar di tengah padatnya jadwal ujian.
“Acaranya sangat keren dan menyenangkan. Ini menjadi semacam relaksasi sejenak sebelum anak-anak kembali melanjutkan ujian,” ungkapnya. (#)
Jurnalis Dina Hanif Mufidah Penyunting Mohammad Nurfatoni












