
Aksi tebar takjil Spemdalas di rumah sakit menjadi ikhtiar menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial siswa di ruang publik.
Tagar.co — Kepedulian sosial di bulan Ramadan kembali ditunjukkan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur melalui aksi tebar takjil di RS Semen Gresik, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) yang menekankan pembelajaran empati di ruang publik.
Baca juga: Spirit Ashabulkahfi Mewarnai Ramadan Staycation Spemdalas
Sejumlah perwakilan siswa dan guru Spemdalas turun langsung membawa 245 paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat di lingkungan rumah sakit. Sehari sebelumnya, Rabu (25/2/2026), kegiatan serupa telah digelar di RS Muhammadiyah Gresik dengan total 330 paket takjil.
Ketua Panitia PKDA, Chanif Ihsan, S.Fil., menjelaskan bahwa pembagian takjil gratis ini menyasar mereka yang tengah berada dalam situasi membutuhkan.
“Di saat menunggu azan Magrib, sambil menunggu pasien maupun antre dokter, mereka perlu dibantu,” ujarnya.

Takjil tidak hanya diberikan kepada pasien dan keluarga pasien, tetapi juga menyasar petugas rumah sakit, petugas kebersihan, tukang ojek, hingga tukang becak di sekitar area.
Pihak RS Semen Gresik menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku senang dengan kolaborasi yang terjalin. Mereka berharap program sosial semacam ini dapat kembali dilaksanakan pada masa mendatang.

Wakil Kepala Ismuba Spemdalas, Ain Nurwindasari, menuturkan bahwa tebar takjil merupakan bagian dari pendidikan karakter agar siswa memiliki kepekaan sosial di ruang publik.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Yugo Triawanto, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan berbagi di rumah sakit merupakan wujud tanggung jawab sosial sekolah.
“Tebar takjil di rumah sakit merupakan tanggung jawab sosial, sekaligus menguji dampak dari niat baik yang harus bisa diukur di ruang publik. Kami ingin kegiatan berbagi ini tidak menimbulkan mudarat, misalnya kemacetan di jalan menjelang Magrib,” ungkapnya. (#)
Jurnalis Ain Nurwindasari | Penyunting Mohammad Nurfatoni












