Feature

Cegah Kekerasan sejak Dini, UPT SDN 299 Gresik Gaungkan Gerakan Anti-Bullying

115
×

Cegah Kekerasan sejak Dini, UPT SDN 299 Gresik Gaungkan Gerakan Anti-Bullying

Sebarkan artikel ini
AIPDA Rudy Hermawan, S.H. saat menyampaikan materi sosialisasi stop bullying di UPT SDN 299 Gresik, Kamis (16/4/2026). (Tagar.co/Nailul Azmi Haq)

Edukasi lintas peran—guru, orang tua, aparat, dan masyarakat—diperkuat untuk membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Tagar.co — Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan terus digaungkan UPT SD Negeri 299 Gresik. Pada Kamis (16/4/2026), sekolah tersebut menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan, sekaligus menguatkan gerakan sekolah ramah anak dan anti-bullying.

Baca juga: Tiga Hari Menghidupkan Ramadan, Siswa SDN 299 Gresik Belajar Ibadah dan Empati

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tenaga pendidik, siswa, hingga wali murid.

Hadir pula Ketua Komite Sekolah H. Su’ud Dardak, Kepala Desa Karangrejo Fatahualim, jajaran guru UPT SD Negeri 299 Gresik, serta para pendidik dari Madin Roudlotul Ulum dan KB-TK Tunas Bangsa.

Keterlibatan lintas jenjang ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi semua pihak.

Siswa-siswi UPT SDN 299 Gresik tampak antusias mengikuti sosialisasi anti-bullying, Kamis (16/4/2026). (Tagar.co/Nailul Azmi Haq)

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Polsek Ujungpangkah, AIPDA Rudy Hermawan, S.H., Kanit Binmas Polsek Ujungpangkah. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mencegah kekerasan.

Baca Juga:  Ketika Lagu ‘Stop Bullying’ Menggema dan Anak Desa Wiyurejo Belajar Saling Menjaga

“Bullying tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis anak. Karena itu, semua pihak harus terlibat aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan,” ujarnya.

Guru-guru UPT SDN 299 Gresik berfoto bersama sambil mengampanyekan gerakan stop bullying. (Tagar.co/Nailul Azmi Haq)

Kepala Sekolah Choirul Anam, S.Pd.I., menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap siswa. Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun budaya saling menghargai sebagai fondasi utama lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, dia berharap kesadaran tentang bahaya kekerasan dan bullying semakin meningkat, sekaligus mendorong penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. (#)

Jurnalis Nailul Azmi Haq Penyunting Mohammad Nurfatoni