
Tagar.co – Dua acara menandai pemanfaatan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Jatinom Blitar.
Dua acara itu, pertama, pertemuan kelompok tani Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Selasa (31/3/2026) malam.
Kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dihadiri sekitar 50 petani diselenggarakan oleh pengurus Gapoktan Desa Jatinom.
Ajang silaturahmi dan koordinasi antarpetani juga dimanfaatkan mengenalkan keberadaan gedung koperasi kepada masyarakat.
Kepala Desa Jatinom, Muhamad Daru Purwinanto, menyampaikan, ini kegiatan pertama di gedung koperasi yang baru. Dilaksanakan di sini sekaligus mengenalkan gedung ini kepada petani.
”Sekaligus kita kenalkan kembali Ketua Koperasi Desa Jatinom yaitu Waluyo. Semoga ke depan bisa terjalin kerja sama yang baik antara petani dengan koperasi,” ujar Win, sapaan akrabnya.
Ia berharap gedung koperasi ini menjadi pusat kegiatan ekonomi warga dalam mendukung aktivitas pertanian di Desa Jatinom.
Sementara Nawirin, petugas PPL Desa Jatinom, menyampaikan berbagai informasi dari Dinas Pertanian kondisi ketahanan pangan. Ia menekankan saat ini pemerintah mengutamakan program swasembada pangan melalui Instruksi Presiden dengan mengandalkan kegigihan para petani.
“Informasi dari Dinas Pertanian, stok pangan di Bulog tergolong aman. Bahkan Indonesia diperkirakan aman untuk kebutuhan pangan hingga 11 bulan ke depan. Ini tentu tidak lepas dari peran petani,” jelas Nawirin.
Ia menyampaikan, hampir 70 persen warga Desa Jatinom sebagai petani, sehingga memiliki peran menjaga ketahanan pangan.
“Kami mengimbau agar sebagian tetap tanam manual. Pupuk subsidi saat ini masih dalam tahap perbaikan data untuk penyaluran berikutnya,” tambahnya.

Bagi Sembako
Acara kedua, pembagian sembako pada Rabu (1/4) pagi. Sebanyak 592 penerima manfaat datang. Warga mengantre sesuai jam pengambilan yang telah ditentukan. Yaitu pukul 08.00, 10.00, dan 12.00 WIB hingga selesai. Pengaturan waktu ini dibuat agar pembagian berjalan lancar, tertib, dan tidak terjadi penumpukan antrean.
Salah satu perangkat desa, Wildan yang juga Kepala Dusun Jatinom, menjelaskan, kegiatan ini bagian dari program Bapang atau Bantuan Pangan bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
“Warga yang menerima sudah melalui pendataan berdasarkan kategori desil,” ujar Wildan.
Dalam pendataan sosial ekonomi terdapat 10 desil atau tingkatan kesejahteraan masyarakat. Pada penyaluran kali ini, bantuan difokuskan kepada warga yang berada pada kategori desil 1 hingga 4, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dan sangat membutuhkan bantuan.
Setiap penerima bantuan memperoleh satu paket berisi dua karung beras total 20 kilogram dan empat kemasan minyak goreng total 4 liter. Bantuan ini disuplai Bulog.
Petugas pembagi sembako, Pasha, menyampaikan, pembagian bantuan melibatkan 15 petugas yang dibagi secara terstruktur. Di Desa Jatinom terdapat tujuh petugas di lokasi.
Di Kecamatan Kanigoro terdapat dua kelurahan dan sepuluh desa. Untuk program pembagian sembako kali ini, masih terdapat enam desa yang belum melaksanakan kegiatan serupa dan dijadwalkan menyusul.
Penerima bantuan mengambil sendiri dengan membawa undangan, KTP, fotokopi Kartu Keluarga. Apabila diwakilkan dalam satu Kartu Keluarga, seperti suami, istri, atau anak, harus membawa undangan, KTP asli dan fotokopi yang mengambil, serta fotokopi KTP dan KK penerima bantuan.
Untuk perwakilan di luar Kartu Keluarga atau bukan famili, wajib membawa undangan, KTP asli dan fotokopi KK yang mengambil, KTP asli atau fotokopi KTP dan KK penerima, serta satu orang maksimal mewakili tiga penerima lainnya.
Sedangkan bagi penerima pengganti, wajib membawa undangan, KTP asli dan fotokopi KK yang mengganti, dan harus diambil sendiri tanpa perwakilan.
Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sugeng Purwanto












