Feature

Ngopi sambil Sinkronisasi Odskop dan Simkopdes, KDMP Blitar Perkuat Transparansi

48
×

Ngopi sambil Sinkronisasi Odskop dan Simkopdes, KDMP Blitar Perkuat Transparansi

Sebarkan artikel ini
Para pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Blitar belajar tata kelola digital melalui Odskop dan Simkopdes guna memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sistem administrasi yang transparan.
Belajar KDMP di Angkringan Pak Joko (APJ) Blitar, Selasa (17/2/2026). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Blitar belajar tata kelola digital melalui Odskop dan Simkopdes guna memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sistem administrasi yang transparan.

Tagar.co — Aroma kopi dan gorengan hangat menyambut kedatangan para pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Angkringan Pak Joko (APJ), Selasa, 17 Februari 2026. Alih-alih sekadar nongkrong, gabungan perwakilan pengurus dari berbagai desa di Kecamatan Kanigoro, Blitar, ini justru sibuk membuka laptop. Mereka mengubah meja kayu sederhana di Dusun Minggirsari 1 menjadi pusat kendali digitalisasi ekonomi desa.

KDMP bukan sekadar perkumpulan biasa. Gerakan ini mengusung misi besar: memperkuat ekonomi masyarakat melalui kelembagaan yang tertib, transparan, dan berbasis data. Hari itu, perwakilan dari Desa Jatinom, Kanigoro, hingga Tlogo berkumpul untuk membedah sistem administrasi modern. Lokasi APJ yang strategis, tepat di selatan Desa Jatinom, membuat suasana belajar terasa lebih cair namun tetap fokus.

Para peserta mempraktikkan langsung cara menginput data anggota, mencetak kartu digital, hingga memahami alur administrasi terbaru. Fokus utama mereka, menyelaraskan langkah dengan kebijakan nasional melalui dua platform penting: Online Data System Koperasi (Odskop) milik Kementerian Koperasi dan Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Keduanya merupakan jantung dari transparansi koperasi masa kini.

Baca Juga:  Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

Baca Juga: KDMP di Jatinom: Dari Draf AD/ART Menuju Kesejahteraan Warga

Selaraskan Odskop dan Simkopdes

Banyak pengurus yang awalnya menganggap kedua sistem ini serupa, padahal fungsinya berbeda secara fundamental. Odskop berperan sebagai pusat data resmi nasional yang mencakup profil lembaga, data pengurus, hingga laporan dasar. Sementara itu, Simkopdes lebih bersifat teknis untuk mengelola operasional harian seperti transaksi dan manajemen usaha internal desa.

Nevi Destriandi, praktisi koperasi dari KDMP Selorejo yang hadir sebagai pemateri, menekankan pentingnya urutan kerja yang benar. Ia mengamati banyak pengurus yang terbalik dalam mengoperasikan sistem tersebut.

“Harusnya kerjakan dulu Odskop lalu kerjakan Simkopdes, karena data untuk Simkopdes bisa diambil dari Odskop, jadi tidak perlu mengisi lagi. Selain itu, Odskop menjadi dasar legal dan validasi data koperasi, sehingga ketika masuk ke Simkopdes, kita sudah punya fondasi data yang kuat dan terverifikasi,” tegas Nevi di hadapan para peserta.

Ketidaktahuan akan urutan ini sering kali membuat pengurus bekerja dua kali. Nevi menyoroti fenomena di lapangan di mana Simkopdes sudah berjalan, namun Odskop justru terbengkalai.

Baca Juga:  Jejak Al-Maun di Gresik, 175 Nasi Kotak Jadi Bahasa Kepedulian IPM Spemutu

“Padahal di Odskop belum bisa mengambil data dari Simkopdes, sehingga akhirnya harus input ulang dan itu menyita waktu,” tambahnya.

Komitmen Modernisasi Ekonomi Desa

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua KDMP Jatinom, Waluyo, langsung mengambil langkah evaluasi. Baginya, pertemuan di angkringan ini merupakan momentum penting untuk memperbaiki tata kelola organisasi yang ia pimpin agar lebih profesional dan sesuai regulasi pemerintah.

“Saya mengajak pengurus kami untuk ikut belajar tentang ini agar ke depan pengelolaan koperasi lebih tertib, rapi, dan sesuai sistem yang sudah ditetapkan pemerintah,” ujar Waluyo.

Ia mengakui, arahan teknis seperti ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kesalahan input data yang fatal di masa depan. Waluyo berkomitmen penuh untuk menerapkan urutan pengerjaan yang benar demi efisiensi waktu dan keakuratan data.

“Apa yang disampaikan Mas Nevi sangat penting. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar tidak salah langkah. Ke depan kami akan pastikan Odskop selesai lebih dulu sebelum mengembangkan Simkopdes,” katanya dengan optimis.

Pertemuan di Angkringan Pak Joko ini membuktikan, penguatan ekonomi desa tidak melulu harus kaku di ruang formal. Dari diskusi santai di pinggir jalan desa Minggirsari, semangat digitalisasi koperasi terus bersemi. Kolaborasi lintas desa ini diharapkan mampu menyeragamkan langkah KDMP di seluruh Blitar, menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi yang tangguh dan melek teknologi. (#)

Baca Juga:  IPM Spemdalas Mengalir Kepedulian di Ramadan lewat Preloved for Love

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah