Feature

Majelis Dikdasmen Gresik Luncurkan 7 Program Strategis 2026, Fokus Mutu dan Sinergi Sekolah

333
×

Majelis Dikdasmen Gresik Luncurkan 7 Program Strategis 2026, Fokus Mutu dan Sinergi Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik M. Fadloli Aziz,, dalam sambutann di acara Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Daerah, di Aula Mentari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Sabtu (4/4/2026). (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni

Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik meluncurkan tujuh program strategis 2026 yang mencakup penguatan mutu sekolah, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi evaluasi, serta perluasan sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Gresik.

Tagar.co — Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Gresik meluncurkan program kerja strategis tahun 2026 dengan fokus pada penguatan mutu pendidikan dan sinergi antar lembaga.

Peluncuran dilakukan dalam kegiatan Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Daerah Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik bersama kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik di Aula Mentari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Sabtu (4/4/26).

Baca juga: Grafik Terus Naik, Sekolah Muhammadiyah Gresik kian Diminati, Siswa Tembus 14.875

Ketua Majelis, M. Fadloli Aziz, menegaskan bahwa arah kebijakan tahun ini dirancang komprehensif dan menyasar seluruh ekosistem pendidikan.

“Program kami mencakup tujuh hal utama, yakni penguatan keunggulan sekolah, peningkatan kompetensi kepala sekolah, kualitas guru, tenaga kependidikan, budaya mutu peserta didik, penguatan pendidikan nonformal, serta networking dan sinergi antar lembaga,” jelasnya.

Penguatan Keunggulan Sekolah Berbasis Pendampingan

Pada aspek kelembagaan, Majelis menempatkan penguatan keunggulan sekolah sebagai fondasi utama melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Pendampingan ini tidak hanya menyasar aspek administratif, tetapi juga kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh—mulai dari persiapan akreditasi, monitoring dan supervisi, hingga evaluasi berbasis umpan balik.

“Kami lakukan pendampingan rutin ke sekolah-sekolah, baik untuk persiapan akreditasi maupun penguatan keunggulan sekolah,” ujar M. Fadloli Aziz.

Penguatan ini juga ditopang oleh pendataan dan verifikasi guru (verval GTK) yang dilakukan secara berkelanjutan, sebagai upaya memastikan seluruh tenaga pendidik terdata dengan baik dan mendapatkan pengakuan yang semestinya.

“Supaya semuanya berkesempatan diakui oleh pemerintah sebagai guru dan mendapatkan manfaat yang lebih besar,” imbuhnya.

Selain itu, Majelis juga mengoptimalkan peran pengawas sekolah yang secara langsung melakukan kunjungan dan pendampingan ke satuan pendidikan. Pola ini diperkuat melalui forum rapat koordinasi dan rapat kerja yang rutin digelar sebagai ruang evaluasi sekaligus penyelarasan program.

Di sisi lain, strategi penguatan keunggulan juga diarahkan pada aspek branding dan publikasi. Sekolah didorong untuk lebih adaptif dalam memanfaatkan media digital.

“Kami harapkan sekolah-sekolah mulai membuat video profil. Kalau membutuhkan bantuan, bisa berkomunikasi dengan kami,” jelas Fadloli.

Upaya ini dilengkapi dengan pengembangan media seperti Podcast Lentera dan optimalisasi media sosial sebagai etalase keunggulan sekolah. Bahkan, praktik baik dari sekolah-sekolah unggulan didorong untuk diimbaskan ke sekolah lain.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise

“Keunggulan-keunggulan itu perlu dipertahankan dan diimbaskan ke sekolah-sekolah yang lain,” tegasnya.

Sebagai penguatan akhir, Majelis juga akan melakukan survei kepuasan layanan pendidikan pada akhir tahun sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut perbaikan mutu secara berkelanjutan.

Penguatan SDM Pendidikan secara Terstruktur

Pada sektor sumber daya manusia, Majelis menyusun program penguatan secara berjenjang, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan, dengan orientasi pada keberlanjutan kepemimpinan dan peningkatan kompetensi.

Untuk kepala sekolah, Majelis melaksanakan seleksi kader secara rutin sepanjang tahun, bahkan hampir setiap bulan, sebagai bagian dari penyiapan regenerasi kepemimpinan di sekolah Muhammadiyah.

“Kita hampir setiap bulan ada seleksi calon kepala sekolah, karena memang kebutuhan kader itu terus ada,” ujar M. Fadloli Aziz.

Selain itu, peningkatan kapasitas kepala sekolah juga diperkuat melalui diklat kompetensi yang dijadwalkan pada Juli 2026 serta program studi banding untuk memperluas wawasan kepemimpinan.

Di level guru, peningkatan kualitas difokuskan melalui Simposium Guru Muhammadiyah pada Mei 2026 dan Workshop Inovasi Pembelajaran pada Juni 2026. Program ini dilengkapi dengan penguatan ideologi Muhammadiyah yang sebelumnya telah diberikan kepada kepala sekolah dan kini diperluas kepada guru.

“Kalau kepala sekolah kemarin sudah, berikutnya sasarannya guru,” jelasnya.

Majelis juga berupaya membuka akses yang lebih luas bagi guru dan calon pimpinan sekolah untuk mengikuti program peningkatan kompetensi yang diselenggarakan oleh tingkat pusat maupun kementerian.

“Kami dorong agar guru-guru dan calon pimpinan bisa mengakses program-program dari pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, tenaga kependidikan juga mendapat perhatian melalui diklat pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan di satuan pendidikan.

Penguatan Budaya Mutu dan Evaluasi Berbasis Digital

Majelis juga mendorong penguatan budaya mutu peserta didik melalui program yang terstruktur dan terukur. Kegiatan tersebut meliputi try out bersama untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), pelaksanaan ujian ISMUBA berbasis digital, serta Festival Faqih Usman ke-10 yang akan digelar pada September 2026.

Dalam pelaksanaannya, TKA mulai menjadi penekanan baru sebagai bagian dari arah kebijakan pendidikan yang lebih terstandar, termasuk di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

“Tahun ini untuk SD sudah kita gunakan istilah TKA, mengikuti kebijakan dari pusat,” ujar M. Fadloli Aziz.

Selain itu, sistem evaluasi juga diperkuat melalui digitalisasi ujian yang dilaksanakan secara daring, sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

“Pelaksanaannya nanti sudah menggunakan sistem online,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hariyanto Beber Resep Dispendik Gresik Jadi Dinas Terbaik: Dari Mimpi, Kolaborasi, hingga Nawakarsa

Festival Faqih Usman yang memasuki penyelenggaraan ke-10 juga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi dirancang sebagai bagian dari pembinaan berjenjang. Penjadwalan pada bulan September dimaksudkan agar siswa memiliki waktu persiapan sebelum melanjutkan ke ajang yang lebih tinggi.

“Waktunya kami majukan ke September supaya anak-anak punya kesempatan melanjutkan ke tingkat berikutnya,” jelasnya.

Melalui rangkaian program ini, Majelis berharap terbentuk budaya belajar yang kompetitif sekaligus berkarakter, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.

Penguatan PNF dan Program Unggulan Sains-Teknologi

Di bidang pendidikan nonformal, Majelis mengembangkan program unggulan berbasis sains dan teknologi sebagai bagian dari penguatan kompetensi masa depan peserta didik.

Salah satu program yang sudah berjalan adalah Sekolah Coding Muhammadiyah Sang Surya yang saat ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Manyar. Program ini telah membuka beberapa kelas dan diikuti siswa dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Gresik.

“Untuk sekolah coding ini sudah berjalan, ada beberapa kelas dari siswa SD Muhammadiyah yang bergabung,” ujar M. Fadloli Aziz.

Ia menjelaskan, saat ini program tersebut telah berjalan dalam beberapa kelas paralel dan menjadi wadah kolaborasi lintas sekolah. Ke depan, program ini akan diperluas ke jenjang yang lebih tinggi.

“Harapannya nanti di bulan Juli, SMP dan MTs juga sudah siap untuk sekolah coding,” imbuhnya.

Selain itu, Majelis juga mengembangkan Bimbingan Olimpiade MIPA (OLMIPA) melalui KMS Muhammadiyah Ahmad Dahlan yang tidak hanya diikuti siswa internal, tetapi juga terbuka untuk peserta dari luar Muhammadiyah.

“Ini tidak hanya untuk anak-anak Muhammadiyah, dari luar juga bisa ikut karena masih kita fasilitasi,” jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan bidang sains dan matematika, sejalan dengan arah kebijakan Muhammadiyah di tingkat pusat yang mendorong penguatan pembelajaran eksakta melalui konsep Sekolah Unggul MIPA Muhammadiyah.

“Ke depan memang ada penguatan ke arah sains, termasuk penggunaan buku bilingual untuk matematika dan MIPA,” tambahnya.

Melalui pendekatan ini, penguatan tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada kemampuan logika dan penguasaan bahasa, sehingga siswa memiliki daya saing lebih luas.

“Ini bagian dari ikhtiar kita menyiapkan generasi unggul di bidang teknologi dan sains,” tegasnya.

Dengan penguatan program nonformal yang terintegrasi dengan arah sekolah unggul tersebut, Majelis berharap lahir ekosistem pembinaan talenta yang tidak hanya kuat di akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kompetisi global.

Perluasan Jejaring dan Sinergi Antar Sekolah

Sebagai program ketujuh, penguatan networking dan sinergi menjadi pilar penting dalam pengembangan sekolah Muhammadiyah di Gresik. Majelis memfasilitasi kolaborasi tidak hanya antar sekolah, tetapi juga dengan organisasi otonom (ortom), UPP, serta berbagai stakeholder eksternal.

Baca Juga:  19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Sinergi ini diwujudkan dalam berbagai bentuk kerja sama, termasuk dengan pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri, khususnya untuk mendukung penguatan lulusan di jenjang SMK.

“Sekolah-sekolah kita kemarin juga sudah kami pertemukan dengan dunia industri dan dunia usaha, supaya keterserapannya bagus,” ujar M. Fadloli Aziz.

Selain jejaring eksternal, Majelis juga mendorong penguatan sinergi internal melalui kolaborasi lintas lembaga Muhammadiyah, termasuk kegiatan bersama dengan ortom seperti Hizbul Wathan dan program kaderisasi lainnya.

“Banyak kegiatan yang kita sinergikan dengan UPP dan ortom, termasuk kaderisasi dan kegiatan bersama lainnya,” imbuhnya.

Model klasterisasi juga terus diperkuat sebagai strategi pemerataan mutu. Dalam skema ini, sekolah yang lebih maju didorong untuk mendampingi dua hingga tiga sekolah lainnya.

“Sekolah yang besar mendampingi dua sampai tiga sekolah yang lain. Mohon ini bisa dijalankan dengan baik,” tegasnya.

Tak hanya itu, Majelis juga membuka ruang kolaborasi berbasis filantropi dan dukungan sosial melalui sinergi dengan lembaga seperti Lazismu, termasuk program orang tua asuh dan bentuk dukungan lainnya untuk penguatan sekolah.

“Dengan berbagi seperti itu, sekolah-sekolah kita bisa lebih berdaya,” lanjutnya.

Melalui perluasan jejaring dan penguatan sinergi ini, Majelis berharap tercipta ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang saling menguatkan dan berkelanjutan.

Komitmen Implementasi di Tingkat Sekolah

Seluruh program tersebut telah disusun lengkap dengan timeline pelaksanaan sepanjang tahun 2026. Karena itu, Majelis menekankan pentingnya komitmen dan kesiapan seluruh sekolah dalam mengimplementasikan program secara konsisten.

“Program sudah kami siapkan jauh hari. Tinggal bagaimana komitmen kita bersama untuk menjalankannya,” tutur M. Fadloli Aziz.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh agenda telah dirancang dengan jadwal yang jelas, sehingga sekolah diharapkan dapat mempersiapkan diri sejak awal.

“Timeline sudah kami sampaikan. Jadi sebenarnya bukan dadakan,” imbuhnya.

Menurutnya, selama ini masih ada sekolah yang belum optimal mengikuti program karena kendala kesiapan, bukan karena kurangnya kesempatan.

“Kadang-kadang ketika kami datang ke sekolah, tidak bisa mengikuti karena merasa pemberitahuannya mendadak. Padahal ini sudah kita sampaikan jauh-jauh hari,” jelasnya.

Karena itu, Majelis mendorong seluruh satuan pendidikan untuk lebih proaktif dalam merespons program yang telah disusun, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni