Feature

Kapal Nyai Ageng Pinatih “Berlabuh” di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Pos Mudik Ikonik di Gresik

234
×

Kapal Nyai Ageng Pinatih “Berlabuh” di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Pos Mudik Ikonik di Gresik

Sebarkan artikel ini
Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di halaman Masjid KH Ahmad Dahlan, Bunder, Gresik, tampil mencuri perhatian dengan desain replika kapal Nyai Ageng Pinatih. Selain eye catching, pos ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk kenyamanan pemudik. (Tagar.co/Istimewa)

Polres Gresik menghadirkan pos mudik tematik berbentuk kapal legendaris. Tak sekadar tempat istirahat, pos ini menghidupkan kembali jejak dakwah dan perdagangan Islam di pesisir Jawa.

Tagar.co — Suasana berbeda tampak di halaman Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Bunder, Gresik, Rabu (18/3/2026). Sebuah kapal bergaya kuno berdiri mencolok, menghadirkan nuansa historis yang tak biasa di kawasan tersebut.

Kapal itu bukan sekadar dekorasi. Ia merupakan replika yang terinspirasi dari kapal milik Nyai Ageng Pinatih, saudagar muslimah sekaligus syahbandar Pelabuhan Gresik pada abad ke-15.

Sosok berpengaruh ini dikenal sebagai ibu angkat Sunan Giri dan memanfaatkan jalur perdagangan untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Baca juga: Bandeng 14,6 Kg Antar Warga Pangkah Wetan Juara Lagi di Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026

Namun, kapal yang “berlabuh” di halaman masjid itu bukanlah kapal sungguhan. Bangunan semi permanen tersebut difungsikan sebagai Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026 yang diinisiasi Polres Gresik, Jawa Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik. Secara keseluruhan, Polres Gresik mendirikan enam pos pengamanan di sejumlah titik strategis guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.

Baca Juga:  Bandeng 14,6 Kg Antar Warga Pangkah Wetan Juara Lagi di Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026

Menariknya, pos di kawasan Bunder ini dirancang lebih dari sekadar tempat singgah. Dengan mengusung tema Kapal Nyai Ageng Pinatih, pos pelayanan ini sekaligus menjadi medium edukasi sejarah lokal yang dikemas secara visual dan atraktif.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menjelaskan, pemilihan tema tersebut bertujuan mengangkat nilai historis Kota Gresik sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para pemudik.

“Nyai Ageng Pinatih adalah tokoh besar yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Gresik. Kami ingin masyarakat yang melintas tidak hanya beristirahat, tetapi juga mengenal sejarah daerah ini,” ujarnya melalui keterangan di media sosial resmi Polres Gresik.

Selain tampil ikonik, pos ini juga dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pemudik. Mulai dari layanan SIM keliling, SKCK daring, makanan ringan dan minuman gratis, hingga kursi pijat dan pijat tradisional tersedia bagi masyarakat yang singgah.

Ramadhan mengimbau para pemudik untuk beristirahat secara berkala, setidaknya setiap dua jam perjalanan, guna menghindari kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga:  Makna Idulfitri dan Kemenangan Jiwa

“Jangan ragu untuk mampir dan beristirahat. Keselamatan adalah yang utama. Manfaatkan fasilitas yang telah kami sediakan,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh aspek pelayanan di pos tersebut, mulai dari kesiapan fasilitas hingga sistem komunikasi, telah dipersiapkan secara optimal. Pos ini diharapkan benar-benar menjadi ruang aman dan nyaman bagi masyarakat selama perjalanan mudik.

Selain itu, Kapolres yang mulai menjabat pada Januari 2026 tersebut juga memberikan arahan khusus kepada seluruh personel di lapangan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, tanpa mengesampingkan pendekatan humanis.

“Berikan pelayanan terbaik dengan sikap ramah, humanis, dan responsif. Namun tetap waspada terhadap setiap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Inovasi pos mudik bertema budaya ini menjadi bagian dari komitmen Polres Gresik dalam menekan angka kecelakaan akibat kelelahan berkendara sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lancar, tertib, dan selamat hingga ke kampung halaman.

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni