
Ratusan santri cilik KB-TK IT Handayani mengikuti simulasi salat Idulfitri, khutbah oleh siswa, dan menyalurkan 100 paket sembako kepada warga sekitar.
Tagar.co – Ratusan santri cilik KB-TK IT Handayani, Menganti, Gresik, menutup rangkaian kegiatan Ramadan dengan cara yang istimewa. Mereka mengikuti simulasi salat Idulfitri, mendengarkan khutbah dari teman sekelas, hingga turun langsung membagikan 100 paket sembako kepada warga sekitar pada Jumat (13/3/2026).
Baca juga: “Menjahit Kembali Mimpi yang Terbelah”, Karya Nadhirotul Mawaddah Juara I Lomba Cerpen JSIT
Kegiatan hari itu menjadi penutup rangkaian program Ramadan di sekolah tersebut. Sejak pagi, para siswa yang akrab disapa santri cilik itu berbondong-bondong menuju lapangan bermain. Beralaskan tikar dan banner bekas, mereka duduk rapi dan antusias mengikuti simulasi salat Idulfitri berjemaah.
Tepat pukul 08.00, simulasi dimulai. Muhammad Zaid dari kelas TKB-1 bertugas sebagai imam, sedangkan Rayyan Ramadhani Alfarizki Saputra dari TKB-3 dipercaya menjadi khatib. Pada rakaat pertama, Zaid melantunkan Surah Ad-Duha, lalu Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Lantunan suaranya yang lembut membuat para siswa mengikuti salat dengan khusyuk.

Usai salat, Rayyan melangkah ke mimbar dengan penuh percaya diri. Ia mengawali khutbah dengan takbir, lalu menyampaikan pesan tentang kebahagiaan bagi orang yang berpuasa.
“Yang pertama adalah kebahagiaan ketika berbuka, dan yang kedua adalah kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah,” ucapnya di hadapan ratusan teman-temannya.
Putra dari Denny Saputra Ahadin dan Milda Ayu Alrizka itu juga menyampaikan beberapa kiat agar tetap istikamah setelah Ramadan. Pertama, memperbanyak doa agar Allah meneguhkan hati. Kedua, berkumpul dengan teman-teman saleh, seperti di majelis ilmu atau lingkungan sekolah yang baik. Ketiga, membiasakan ibadah secara konsisten meski sedikit. Keempat, menjaga salat lima waktu.
Di akhir khutbahnya, Rayyan mengingatkan bahwa hakikat Idulfitri bukan terletak pada pakaian baru atau banyaknya hidangan.
“Hari Raya Idulfitri bukan untuk orang yang memakai pakaian baru, bukan pula yang paling banyak kue lebarannya. Tetapi untuk orang yang bertambah ibadahnya, semakin baik akhlaknya, semakin sabar dalam berteman, serta patuh kepada orang tua dan guru,” tuturnya.

Berbagi Seratus Paket Sembako
Selepas simulasi salat Idulfitri, kegiatan dilanjutkan dengan aksi berbagi kepada masyarakat sekitar melalui program Sharing Gift. Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Paket-paket tersebut sebelumnya telah disiapkan oleh paguyuban KB-TK IT Handayani. Para siswa kemudian berjalan berkeliling lingkungan sekitar sekolah untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

Meski matahari mulai terasa terik, semangat para siswa tidak surut. Mereka tetap berkeliling dengan penuh kegembiraan.
“Ustazah, orang itu belum dikasih,” bisik Fellycia Putri Maudy ketika melihat seorang warga yang belum menerima paket sembako.
Ucapan sederhana itu menggambarkan tumbuhnya rasa empati dan kepedulian sosial sejak usia dini.
Sebelum kembali ke sekolah, sebagian siswa sempat beristirahat sejenak di rumah salah satu warga. Setelah tenaga kembali pulih, mereka melanjutkan perjalanan menuju sekolah.

Penyerahan Infak dan Hadiah Lomba
Setelah kegiatan berbagi selesai, para siswa berkumpul di Musala Raudhotul Jannah. Pada kesempatan itu, Haura Aretha Zavania dari KB-1 bersama Gafi Fazal Dyasmara dari TKA-2 menyerahkan infak kepada takmir musala sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah ibadah.
“Terima kasih. Semoga anak-anak menjadi anak saleh dan salihah. Sukses untuk KB-TK IT Handayani,” ujar Ibrahim, perwakilan takmir musala.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah berbagai lomba yang telah dilaksanakan sejak awal pekan. Beberapa di antaranya lomba storytelling pengalaman berpuasa, hafalan doa berbuka puasa, serta hafalan Surah Al-Baqarah ayat 183 untuk siswa KB.
Untuk jenjang TKA, lomba yang digelar antara lain storytelling pengalaman berpuasa, estafet urutan wudu, dan hafalan doa berbuka puasa. Sementara siswa TKB mengikuti lomba menyusun puzzle urutan wudu, praktik wudu, serta pildacil.
“Alhamdulillah, akhirnya aku bisa jadi juara,” kata Davina Nur Lathifah, juara lomba pildacil dari TKB-2, dengan mata berbinar sambil mengangkat pialanya.
Hari itu, suasana KB-TK IT Handayani terasa begitu hangat. Melalui kegiatan Ramadan Ceria, para siswa tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












