
Ramadan adalah momen universal untuk mengasah empati. Melalui santunan ini, kita mengajarkan kepada anak didik bahwa tangan di atas adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan
Tagar.co โ UPT SDN 94 Gresik menggelar rangkaian kegiatan sosial Gema Ramadan yang penuh khidmat, Kamis (12/3/2026).
Acara yang berlokasi di ruang aula tersebut mencakup buka puasa bersama, santunan anak yatim, serta pembagian zakat sebagai wujud kepedulian sosial sekolah.
Namun, ada yang istimewa dalam kegiatan tahun ini. Semangat berbagi tidak hanya dirasakan sebagai ritual keagamaan semata, melainkan juga sebagai momentum mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di lingkungan sekolah.
Kepala UPT SDN 94 Gresik Hartik, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah refleksi dari visi sekolah yang inklusif.
“Ramadan adalah momen universal untuk mengasah empati. Melalui santunan ini, kita mengajarkan kepada anak didik bahwa tangan di atas adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan, tanpa memandang latar belakang,” ujarnya di sela-sela acara.
Senada dengan hal tersebut, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Fitria Dwi K, S.Pd.I. menekankan pentingnya zakat sebagai pembersih harta dan jiwa.
“Dalam teks naskah keagamaan kita, zakat adalah jembatan sosial. Hari ini kita saksikan bagaimana nilai-nilai religiusitas bersatu dengan aksi nyata untuk membantu sesama yang membutuhkan,” jelasnya.
Pesan kesejukan juga datang dari Guru Pendidikan Agama Kristen Widhianti Astutik yang turut hadir mendampingi jalannya acara.
Beliau menyampaikan bahwa kehadiran seluruh staf pendidik dalam momen ini adalah bukti nyata toleransi di UPT SDN 94 Gresik.
“Meskipun ini adalah agenda di bulan Ramadan, semangatnya adalah kasih. Kami di sini berdiri bersama sebagai satu keluarga besar. Toleransi bukan hanya soal kata-kata dalam naskah, tapi soal hadir dan mendukung satu sama lain dalam kebajikan,” ungkapnya hangat.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh staf yang tampil kompak dengan busana bernuansa hitam dan ungu. Dekorasi ketupat dan hasil karya siswa di latar belakang menjadi saksi bisu bahwa di bawah atap UPT SDN 94 Gresik, perbedaan adalah kekayaan yang mempersatukan. (#)
Jurnalis Muhammad Syaifullah. Penyunting Ichwan Arif.












