Feature

Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

96
×

Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

Sebarkan artikel ini
Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng
Fahmi berkisah tentang Lazismu kepada anak-anak MI Muhammadiyah Kalipepe, Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Mengenalkan keberadaan Lazismu kepada anak-anak bisa lewat dongeng tentang keberkahan berbagi. Itu dilakukan Lazismu Lumajang.

Tagar.co – Tawa anak-anak pecah di ruang kelas MI Muhammadiyah Kalipepe, Yosowilangun, Lumajang, Selasa (10/3/2026) pagi.

Mereka duduk rapi. Wajahnya penuh antusias. Hari itu bukan pelajaran biasa. Mereka sedang mendengarkan dongeng tentang kebaikan dan kepedulian.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Safari Ramadan Lazismu Lumajang yang beberapa hari terakhir berkeliling ke sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Kegiatan serupa sebelumnya digelar di MI Muhammadiyah Tempeh Lor dan MI Muhammadiyah Kedungjajang. Acara ini untuk mengenalkan Lazismu.

Di MI Muhammadiyah Kalipepe, dua kader Muhammadiyah hadir sebagai pendongeng. Fahmi dan Rendi Astomo. Keduanya membawakan cerita dengan gaya ringan dan penuh interaksi, membuat anak-anak larut dalam suasana.

Fahmi putra Ketua Lazismu Lumajang Drs. Djatto, MM. Dia juga dosen di STKIP Muhammadiyah Lumajang. Sementara Rendi Astomo aktif di Pemuda Muhammadiyah Lumajang dan mengajar di SMA Muhammadiyah.

Dengan suara penuh semangat, Fahmi membuka sapaan kepada anak-anak. “Gimana kabar pagi ini?” sapanya.

Baca Juga:  Kultum Pembuka Rapat Lazismu

“Alhamdulillah sehat!” jawab anak-anak serentak.

Suasana pun langsung cair. Fahmi kemudian mengajak mereka berpikir.

“Siapa yang tahu kepanjangan Lazismu?” tanyanya.

Anak-anak saling menoleh. Sebagian mengangkat bahu, sebagian tersenyum malu.

“Kalau belum tahu, hari ini Kak Fahmi akan memberi tahu,” katanya sambil tersenyum.

Ia lalu mengenalkan Lazismu adalah lembaga zakat milik Muhammadiyah.

“Lazismu kepanjangan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah. Diingat-ingat ya, adik-adik,” ujarnya.

Sebagai pelajar Muhammadiyah, kata dia, anak-anak perlu mengenal Lazismu sejak dini. Sebab melalui zakat, infak, dan sedekah, banyak masyarakat yang bisa terbantu.

“Dengan infak, kalian bisa membantu fakir miskin dan kaum duafa di sekitar kita. Apalagi sekarang bulan Ramadan, bulan penuh berkah untuk saling membantu,” katanya.

Anak-anak menikmati cerita yang dibawakan. Sesekali mereka tertawa, menjawab pertanyaan, dan mengangkat tangan ketika diminta berpendapat.

Memperkuat Komunikasi

Direktur Lazismu Lumajang Said Romdhon mengatakan, Safari Ramadan ke sekolah-sekolah ini untuk mempererat hubungan antara Lazismu dan sekolah Muhammadiyah.

“Kegiatan ini kami lakukan agar ikatan silaturahmi antara sekolah dan Lazismu bisa terjalin dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Lazismu Lumajang Audiensi ke Bupati

Menurut Said, jika silaturahmi terbangun kuat, maka sinergi juga akan tumbuh. Hal tersebut penting untuk mengembangkan berbagai program kebaikan, termasuk gerakan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Lumajang terdapat 19 sekolah Muhammadiyah mulai MI/SD, SMP hingga SMA. Juga terdapat 30 Taman Kanak-kanak ABA yang berada di bawah naungan Aisyiyah.

“Kalau potensi ini digarap dengan maksimal, terutama terkait infak dan sedekah, insyaallah hasilnya akan luar biasa,” katanya.

Karena itu, melalui program dongeng Ramadan ini, Lazismu berupaya hadir langsung ke sekolah-sekolah.

“Dengan program mendongeng ini kami bisa berkunjung ke sekolah-sekolah. Bagi yang belum kami datangi, insyaallah akan kami kunjungi setelah hari raya,” ujarnya.

Said juga menyampaikan terima kasih kepada para kepala sekolah yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para kepala sekolah yang sudah mensupport kegiatan ini. Tanpa dukungan dari mereka, kegiatan kami tidak akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Program Lazismu Lumajang ini, dongeng bukan sekadar hiburan bagi anak-anak. Dari cerita sederhana itu, mereka berharap tumbuh kesadaran sejak dini bahwa berbagi adalah bagian dari kehidupan terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. (#)

Baca Juga:  Idulfitri 20 Maret, Ini Tempat Salat Id di Lumajang

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto