
Ujian praktik kelas VI tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kreativitas, kemampuan berpikir, dan keberanian siswa mempresentasikan ide.
Tagar.co — Asesmen praktik kelas VI di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur Rabu (5/2/2026), memasuki hari keempat.
Pada hari itu, siswa mengikuti ujian praktik untuk mata pelajaran Pendidikan Kemuhammadiyahan serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Baca juga: Hanya Lima Jam, Wabup Gresik Kirim Video Ucapan Milad Ke-8 SD Almadany
Dalam asesmen Pendidikan Kemuhammadiyahan, siswa diuji kreativitas, kecerdasan, serta kemampuan berpikir mereka melalui sebuah tantangan merancang kegiatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolah.
Kegiatan tersebut harus menarik minat pelajar sekaligus tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Guru kelas VI, Nur Aini, S.Pd., M.Pd., mengaku terkesan dengan ide-ide yang disampaikan para siswa.
“Kami takjub dengan kemasan acara yang dirancang beberapa siswa. Mereka mampu menentukan jenis acara, sasaran kegiatan, tindak lanjut program, hingga menyusun anggaran keuangannya,” ujarnya.
Setelah merancang konsep kegiatan, para siswa mempresentasikan rencana tersebut di hadapan guru mata pelajaran Kemuhammadiyahan.
Salah satu siswa, Vanza Oktalisa Hariyadi, mengaku memanfaatkan teknologi untuk mencari referensi.
“Saya dibantu Google, ustaz, saat mencari informasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Azkia Fi’arafatillah mengusulkan kegiatan lomba nasyid dan puisi Islami yang dapat diikuti siswa kelas IV hingga VI. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mendorong generasi muda aktif berkarya secara positif sekaligus melatih kepercayaan diri.
“Harapannya bisa melahirkan kader IPM yang aktif dan kreatif,” jelasnya.
Fia juga merinci kebutuhan anggaran kegiatan tersebut sekitar Rp2 juta. Dana itu dialokasikan untuk konsumsi, hadiah lomba, dokumentasi dan dekorasi, penyediaan sound system, serta sertifikat peserta.

Asesmen IPAS yang Seru
Selain Kemuhammadiyahan, siswa juga mengikuti asesmen praktik mata pelajaran IPAS yang berlangsung tak kalah menarik.
Guru IPAS, Shinta Lailatur Rizka, S.Pd., memberikan tugas kepada siswa untuk membuat alat sederhana yang dapat menunjukkan terjadinya perubahan energi.
“Melalui praktik ini, peserta didik dapat memahami berbagai sumber energi, bentuk energi, serta perubahan energi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Para siswa pun tampak antusias merancang dan membuat berbagai alat percobaan. Ada yang membuat kapal mini dengan tenaga kincir, kincir air sederhana, hingga mobil-mobilan yang bergerak menggunakan tenaga balon.
Kegiatan asesmen praktik ini tidak hanya menguji pemahaman konsep, tetapi juga melatih kreativitas, keterampilan problem solving, serta kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan hasil karyanya. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi | Penyunting Mohammad Nurfatoni












