
Rohmawati, M.Pd. sedang menyampaikan materi di acara PKDA Spemdalas di hadapan siswa kelas IX, Kamis (26/2/2026) (Tagar.co/Desy Suryani)
Kisah perjalanan Rasulullah Saw bukan sekadar catatan sejarah, tetapi pedoman nilai yang dapat membentuk karakter, cara berpikir, serta sikap dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah dan kehidupan sosial sehari-hari.
Tagar.co – Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, siswa diajak mendalami Sirah Nabawi melalui kajian Ramadan yang dilaksanakan di Andalusia Hall, Rabu (26/02/2026).
Dalam materinya, Rohmawati, M.Pd. menyampaikan pendekatan naratif dan kontekstual yang menempatkan Sirah Nabawi sebagai sumber keteladanan yang relevan bagi kehidupan pelajar masa kini.
Siswa yang memerhatikan dengan seksama. Mereka diajak memahami bahwa kisah perjalanan Rasulullah SAW bukan sekadar catatan sejarah, tetapi pedoman nilai yang dapat membentuk karakter, cara berpikir, serta sikap dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah dan kehidupan sosial sehari-hari.
Dalam pemaparannya, dia menyoroti sejumlah nilai utama yang dapat diteladani oleh pelajar, antara lain kejujuran dalam proses belajar, kesabaran ketika menghadapi kesulitan akademik, keteguhan prinsip saat berada dalam tekanan pergaulan, serta tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan oleh guru dan orang tua.
“Contoh-contoh konkret diangkat dari situasi yang dekat dengan keseharian siswa, seperti menjaga integritas saat mengerjakan tugas, bersikap sportif dalam penilaian, mematuhi aturan sekolah, serta menjaga adab dalam berinteraksi dengan teman sebaya maupun pendidik,” jelasnya.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif sehingga mendorong keterlibatan aktif peserta. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak merefleksikan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan nilai-nilai Sirah Nabawi.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab singkat. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan mengenai cara menjaga konsistensi sikap sabar ketika menghadapi beban tugas dan ujian, serta bagaimana mempertahankan adab pergaulan di tengah pengaruh lingkungan yang beragam.
Pemateri memberikan jawaban yang ringkas, aplikatif, dan berorientasi pada langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam keseharian, sehingga siswa memperoleh panduan yang jelas untuk mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari.
Sirah Nabawi
Rohmawati berharap dengan materi Sirah Nabawi yang disampaikan din hadapan siswa kelas IX ini, tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi mampu menjadikannya sebagai rujukan nilai dalam membentuk karakter, etos belajar, dan perilaku sehari-hari.
“Siswa mampu menyerap dan mempraktikkan karakter baik, mulai kejujuran dalam proses belajar, kesabaran ketika menghadapi kesulitan akademik, keteguhan prinsip saat berada dalam tekanan pergaulan, serta tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan oleh guru dan orang tua,” tegasnya.
Kegiatan ini juga, tambahnya, menjadi penguatan pembinaan karakter Islami agar peserta didik memiliki integritas, kedisiplinan, serta kepekaan sosial sebagai bekal menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (#)
Jurnalis Desy Suryani. Penyunting Ichwan Arif.












