
Buka puasa para santri di pondok pesantren ini menjadi momen berkesan. Walaupun hidangan sederhana, kehangatan dan kebersamaan menentramkan.
Tagar.co – Menjelang waktu Magrib, Kamis (19/2/2026), halaman masjid Pondok Pesantren Darul Muhajirin di Desa Wonokerto, Gucialit, Lumajang, mulai dipenuhi para santri.
Mereka duduk berkelompok di pelataran di antara taman dan pepohonan yang asri dan teduh. Ada yang memilih duduk di teras masjid. Sebagian berbincang ringan, sebagian lain menatap hidangan takjil di tangan. Takjil hari itu tiga buah kurma dan es teh.
Sore itu berjalan tenang. Tidak ada hiruk-pikuk berlebihan. Hanya suara percakapan pelan yang sesekali terdengar, berpadu dengan langkah santri yang masih mengalir berdatangan menuju halaman masjid.
Hari itu menjadi hari kedua pelaksanaan puasa Ramadan di lingkungan pondok. Penetapan puasa Ramadan 1447 H mengikuti Kalender Hijriah Global Tunggal yang dikeluarkan Muhammadiyah.
Di bawah rindangnya pepohonan, para santri menikmati takjil sederhana yang telah dibagikan. Wajah-wajah yang sejak siang menahan lapar dan dahaga tampak lebih rileks menunggu azan berkumandang. Kebersamaan mengalir apa adanya.
Di salah satu sudut halaman, percakapan ringan terdengar antara dua santri.
“Ham, kuat puasanya hari ini?” tanya Fariz sambil membuka bungkus takjil.
Muhammad Arham Nurul Islam tersenyum tipis. “Alhamdulillah, kuat. Malah kalau buka bareng begini rasanya lebih ringan,” jawabnya.
Arham menambahkan, momen berbuka bersama selalu ia nantikan. “Sederhana, tapi kebersamaannya terasa. Jadi lebih semangat puasanya,” ujarnya.
Ustaz Fahmil yang mengoordinasi acara buka puasa ini menuturkan, kegiatan ini memang menjadi bagian dari pembinaan keseharian santri.
“Kami membiasakan santri untuk merasakan kebersamaan, disiplin waktu, dan rasa syukur melalui kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, pengurus pondok Damhar, begitu sebutan populer pondok pesantren ini, terlihat mendampingi dari beberapa titik untuk memastikan suasana tetap tertib.
Pola yang sederhana namun teratur itu menjadi gambaran kehidupan pesantren yang berjalan apa adanya, tetapi tetap terjaga.
Melalui buka puasa bersama di depan masjid ini, dia berharap, Pondok Pesantren Darul Muhajirin di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang kembali menghadirkan satu hal yang sering kali sederhana namun bermakna: kebersamaan yang tumbuh dari rutinitas yang dijalani bersama. (#)
Jurnalis Cindy Rahmawati Penyunting Sugeng Purwanto












