Feature

Mahasiswa UMG Hadirkan Tandon Air Otomatis, Dukung Kenyamanan Ibadah Ramadan di Masjid Desa

79
×

Mahasiswa UMG Hadirkan Tandon Air Otomatis, Dukung Kenyamanan Ibadah Ramadan di Masjid Desa

Sebarkan artikel ini
Tiga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Gresik memasang sistem pengisian air tandon otomatis di masjid Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, sebagai bagian dari program KKN menjelang Ramadan. Inovasi ini membantu menjaga ketersediaan air wudlu agar lebih efisien dan stabil. (Tagar.co/Istimewa)

Melalui program KKN, tiga mahasiswa Teknik Elektro UMG memasang sistem pengisian air otomatis di dua masjid Kecamatan Dawarblandong. Inovasi ini membantu efisiensi air sekaligus memudahkan jemaah berwudu menjelang Ramadan.

Tagar.co — Menjelang datangnya Ramadan, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Gresik kembali mengunjungi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka di Desa Bangeran dan Desa Ngemplak, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (16/2/2026). Kunjungan itu menghadirkan kembali kenangan 40 hari pengabdian mereka sekaligus menunjukkan hasil nyata program kerja yang kini dimanfaatkan masyarakat.

Di atas bangunan toilet masjid, sebuah tandon air berwarna kuning berdiri tegak. Di bawahnya, lima kran wudu mengalirkan air deras—menandai keberhasilan pemasangan sistem pengisian air tandon otomatis yang dirancang dan dibangun langsung oleh mahasiswa.

Baca juga: Lulusan Terbaik UMG Sulap Limbah Kepuh Jadi Energi Alternatif

Program tersebut merupakan bagian dari inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Muhammad Hafis Hakim, Rizki Kurniawan Firmansyah, dan Dewi Dewanti Subrata selama masa KKN. Sistem ini dirancang untuk menjawab persoalan umum di lingkungan masjid, yakni proses pengisian air yang masih dilakukan secara manual.

Baca Juga:  Penutupan Program PLP II Mahasiswa PAI FAI UMG di Spemdalas Berlangsung Khidmat

“Program ini dilatarbelakangi kebutuhan akan sistem pengisian air yang lebih efektif dan efisien di lingkungan masjid,” ujar Muhammad Hafis Hakim.

Menurutnya, pengisian tandon secara manual kerap menyebabkan air meluap, pemborosan listrik, serta kurang optimalnya pengawasan ketersediaan air untuk kebutuhan wudu dan kebersihan masjid. Melalui inovasi ini, mahasiswa menerapkan sensor ketinggian air yang terhubung dengan kontrol pompa otomatis. Ketika volume air berkurang, pompa akan menyala secara otomatis dan berhenti saat tandon penuh.

Dengan sistem tersebut, pengurus masjid tidak lagi harus melakukan pengecekan rutin secara manual. Selain memudahkan pengelolaan, sistem ini juga membantu menekan penggunaan listrik dan air secara lebih efisien.

Hafis menjelaskan, pelaksanaan program dimulai dari tahap perancangan alat, persiapan komponen, perakitan sistem, hingga pemasangan instalasi di lokasi. Setelah seluruh perangkat terpasang, tim melakukan pengujian untuk memastikan sistem bekerja dengan aman dan sesuai perencanaan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.

Kehadiran teknologi sederhana namun fungsional ini disambut positif oleh pengurus masjid dan warga sekitar. Mereka menilai program tersebut sangat membantu menjaga ketersediaan air secara stabil, terlebih menjelang meningkatnya aktivitas ibadah selama Ramadan.

Baca Juga:  Teknik Industri UMG Dorong Keberlanjutan Sarung Tenun lewat Rekayasa Cerdas

Selain memberi manfaat teknis, kegiatan ini menjadi contoh nyata pengabdian mahasiswa melalui penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi lain yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan, ketiga mahasiswa mendapat pendampingan dari dosen pembimbing lapangan, Dr. Noor Amirudin, S.Pd.I., M.Pd.I. Ia berharap sistem pengisian air otomatis tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Masjid Dusun Bangeran dan Masjid Dusun Ngemplak, sekaligus menjadi inspirasi pengembangan teknologi tepat guna di lingkungan masyarakat.

Menjelang Ramadan, kontribusi sederhana ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tak sekadar program akademik, tetapi juga upaya menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan umat. (#)

Jurnalsi Dewi Dewanti Subrata. Penyunting Mohammad Nurfatoni