
Melalui lomba mendongeng kisah 25 Nabi, MIC Ke-6 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan menghadirkan pendekatan baru dalam menanamkan nilai iman, keberanian, dan ekspresi diri anak sejak dini.
Tagar.co – Penyelenggaraan Muda Islamic Competition (MIC) Ke-6 yang digelar MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur, menghadirkan inovasi baru. Tahun ini, panitia menambahkan lomba mendongeng kisah 25 Nabi sebagai cabang kompetisi, melengkapi deretan lomba unggulan yang telah rutin digelar.
Ajang yang berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, ini mengusung tema “Gen Z: Tangguh dalam Iman, Teguh dalam Budaya.” MIC#6 tidak hanya dirancang sebagai arena adu prestasi, tetapi juga sebagai ruang edukatif untuk menumbuhkan keberanian, kemampuan berekspresi, serta internalisasi nilai-nilai Islam sejak usia dini bagi siswa SD/MI se-Kabupaten Ponorogo.
Baca juga: MTs Muhammadiyah 2 Jenangan Juara Umum Jamda VIII Kwarda HW Ponorogo
Seluruh rangkaian lomba diawali dengan pendaftaran peserta pada 5–15 Januari 2026, kemudian dilanjutkan seleksi tahap awal secara daring. Dari proses tersebut, panitia menetapkan enam peserta terbaik di setiap cabang lomba untuk melaju ke babak final yang dilaksanakan secara luring di lingkungan madrasah.
Penambahan lomba mendongeng kisah 25 Nabi menjadi sorotan utama MIC#6. Melalui cabang ini, peserta ditantang menyampaikan kisah para nabi secara runtut, ekspresif, dan sarat pesan moral. Selain melatih kemampuan berbicara di depan umum, lomba ini juga diharapkan menumbuhkan kecintaan anak terhadap sejarah kenabian dan nilai keteladanan para utusan Allah.
Selain mendongeng, MIC#6 juga mempertandingkan cabang Tahfidz Al-Qur’an, Da’i, Kaligrafi, Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Musabaqah Syahril Qur’an (MSQ). Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengakomodasi beragam minat dan bakat peserta didik.
Kepala MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ita Rokhayati, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa MIC merupakan wujud komitmen madrasah dalam mendampingi tumbuh kembang potensi anak.
“Setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi yang perlu difasilitasi. Melalui MIC, kami berupaya menumbuhkan bakat, kepercayaan diri, serta nilai-nilai keislaman peserta didik sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa MTs Muhammadiyah 2 Jenangan mengembangkan pendidikan yang seimbang antara iman, ilmu, dan akhlak, melalui pembiasaan ibadah, penguatan karakter Islami dan Kemuhammadiyahan, serta program prestasi akademik maupun nonakademik.
Lebih dari sekadar kompetisi, MIC#6 juga menjadi sarana pengenalan lingkungan madrasah bagi siswa SD/MI beserta orang tua. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal MTs Muhammadiyah 2 Jenangan sebagai lembaga pendidikan lanjutan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Apresiasi terhadap pelaksanaan MIC#6 turut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo, Abidin Cahyono, M.S.I.
“Kelebihan setiap anak berbeda-beda. Saat ini kita mengenal kecerdasan majemuk, seperti spiritual, sosial, dan kinestetik. Kegiatan seperti ini menjadi media yang tepat untuk menggali potensi tersebut,” katanya.
MIC ke-6 secara resmi dibuka dengan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta membawa manfaat luas. Panitia berharap ajang ini mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, percaya diri, dan berprestasi, dengan menjadikan kisah para nabi sebagai sumber inspirasi dan keteladanan. (#)
Jurnalis Rihan Dwidarmawati Penyunting Mohammad Nurfatoni












