Telaah

Rajab dan Syakban: Dua Bulan yang Menentukan Kualitas Ramadan

61
×

Rajab dan Syakban: Dua Bulan yang Menentukan Kualitas Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Rajab dan Syakban sering dilalui tanpa banyak perhatian. Padahal, di dua bulan inilah jiwa ditempa, dosa diampuni, amal diangkat, dan arah spiritual Ramadan mulai ditentukan.

Oleh Malikan Sputra

Tagar.co – Dalam perjalanan hidup seorang mukmin, waktu bukan sekadar deretan hari yang berlalu. Dalam Islam, setiap bulan memiliki nilai rohani dan pesan Ilahiah.

Dua di antaranya—Rajab dan Syakban—menjadi pintu persiapan menuju bulan agung, Ramadan. Kedua bulan ini hadir bukan hanya sebagai penanda waktu, tetapi sebagai ruang perenungan, penyucian diri, dan penguatan iman.

Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (At-Taubah: 36)

Empat bulan haram tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Rajab menempati posisi istimewa karena berdiri sendiri sebagai bulan suci di antara rangkaian bulan lainnya.

Rajab: Bulan Allah dan Gerbang Penyucian Jiwa

Rajab disebut sebagai syahrullah—bulan Allah. Pada bulan ini, amal kebaikan dilipatgandakan dan dosa diperberat. Inilah saat yang sangat tepat untuk memperbanyak istigfar, doa, sedekah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah Swt.

Baca Juga:  Syakban, Pemindahan Kiblat, dan Ujian Keberpihakan Umat

Rasulullah Saw bersabda: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.” (Al-Baihaki)

Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa di bulan-bulan haram:

“Berpuasalah beberapa hari dari bulan-bulan haram dan tinggalkanlah yang lain.” (Abu Daud)

Di bulan Rajab pula terjadi peristiwa agung Isra Mikraj, ketika perintah salat diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad Saw sebagai tiang agama:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Isra: 1)

Doa-Doa di Bulan Rajab

Berikut doa-doa yang dianjurkan dan sering dibaca Rasulullah Saw:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”(Ahmad)

Baca Juga:  Di Akhir Syakban, Sambut Ramadan dengan 5 Ikhtiar Spiritual

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (Abu Dawud)

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

“Ya Tuhanku, ampunilah, rahmatilah, dan maafkanlah apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.” (Tirmizi)

اللَّهُمَّ أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumma aghnini bi halalika ‘an haramika, wa aghnini bi fadhlika ‘amman siwaka.
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.” (Tirmizi)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخَيْطِ الْأَخْضَرِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang tersembunyi.” (Abu Dawud)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat.” (Tirmizi)

Syakban: Bulan Nabi dan Masa Mengangkat Amal

Syakban adalah bulan yang sering dilupakan manusia, tetapi di bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah Swt. Rasulullah Saw memperbanyak puasa di bulan ini.

Beliau bersabda: “Syakban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang banyak dilupakan oleh manusia. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin jika amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (An-Nasa’i)

Baca Juga:  Nisfu Syakban dan Seni Berdamai dengan Diri

Dalam hadis lain: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw berpuasa lebih banyak dibandingkan di bulan Sya’ban.” (Bukhari dan Muslim)

Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)

Istigfar dan Doa para Nabi

Doa Nabi Adam:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al-A‘raf: 23)

Doa Nabi Yunus:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Anbiya: 87)

Penutup

Rajab dan Sya’ban adalah madrasah persiapan ruhani. Siapa yang mengisinya dengan istigfar, doa, dan amal saleh akan memasuki Ramadan dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan jiwa yang lebih siap. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni