
355 relawan MDMC terjun di 14 kabupaten terdampak, kini kirim lagi 11 relawan ke Gayo Lues Provinsi Aceh. Lima diantaranya anggota EMT Muhammadiyah yang sudah dibekali kemampuan SAR Medic untuk melayani masyarakat yang terisolir karena akses yang sulit
Tagar.co – Muhammadiyah terus mengoptimalkan dukungan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu.
Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah mengirimkan lagi tim dengan armada khusus yang akan digunakan mendukung layanan kesehatan di medan sulit yang berada di Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh.
Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto menjelaskan, sebanyak 11 personil dikirimkan ke Aceh. Dari 11 personil MDMC yang bergerak ke Aceh, lima diantaranya merupakan anggota EMT Muhammadiyah. Yaitu dr. Ardiyuga Pratitapraya, Endri Widodo, A.Md.Kep., Khamidatul Mauliah El Aziz, S.Kep,.Ns., Rully Nurdiansyah Saputra, A.Md.Farm., dan Zainuddin Suliman, S.Kep,.Ns.
“Kelima personil EMT Muhammadiyah Yogyakarta ini akan ditempatkan di lokasi Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Mereka telah berangkat dari Yogyakarta Internasional Airport dengan masa penugasan mulai pada Rabu (17/12/2025),” ujar Indrayanto dalam rilis yang diterima tagar.co, Rabu (17/12).
“Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang sudah dibekali kemampuan SAR medic terus berusaha melayani masyarakat yang terisolir karena akses yang sulit,” tambahnya.

Hunian Darurat
Indrayanto menambahkan, pembangunan hunian darurat sudah mulai dipersiapkan di Bireuen Provinsi Aceh. Hunian darurat ini untuk memberikan privasi keluarga bagi masyarakat terdampak khususnya kelompok rentan.
“Penyediaan air bersih dengan pembuatan sumur bor dan pipanisasi masih berjalan seiring dengan pembangunan hunian,” jelasnya.
Akses Jalan Kaki
MDMC, lanjutnya, terus berupaya masuk ke daerah Aceh Tengah yang sampai saat ini akses jalan belum bisa di lewati kendaraan. Akses hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Banyak jembatan yang putus dan jalan terbawa longsor. Bantuan terus diberikan melalui udara bekerja bersama dengan TNI AU
“Situasi yang masih belum kembali normal, dan hujan masih berlangsung. Potensi bahaya banjir dan longsor dimungkinkan terjadi. Keselamatan dan keamanan relawan dan masyarakat menjadi faktor penting untuk diperhatikan. Besar harapan listrik bisa segera menyala. Internet yang bisa berfungsi akan sangat membantu dalam penanganan darurat bencana,” ungkapnya.
“Hingga saat ini, jumlah penerima manfaat yang sudah dilayani Muhammadiyah sebanyak 14.381 jiwa di 16 titik pos pelayanan (Posyan) di 14 kabupaten terdampak. Jumlah relawan yang terjun saat ini 355 personil,” papar Indrayanto. (#)
Jurnalis Sugiran.












