Opini

Sekolah yang Menghidupkan

66
×

Sekolah yang Menghidupkan

Sebarkan artikel ini
Sekolah sebagai tempat mendidik yang menghidupkan anak-anak sesuai naluri dan kebutuhannya untuk berkembang lewat pengalaman bermain yang fungsional.
Tangga Sekolah Kreatif Baratajaya juga dimodifikasi juga untuk bermain seluncur. (Tagar.co/ Ahmad Mahmudi)

Sekolah sebagai tempat mendidik yang menghidupkan anak-anak sesuai naluri dan kebutuhannya untuk berkembang lewat pengalaman bermain yang fungsional.

Oleh Ahmad Mahmudi, M.Pd, Praktisi Pendidikan dan Tim Humas Sekolah Kreatif Baratajaya

Tagar.co – Sekolah sebenarnya lebih dari sekadar tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai arena di mana anak-anak dapat tumbuh, menjelajahi apa yang mereka inginkan, membangun hubungan, dan menemukan siapa diri mereka sebenarnya.

Pandangan ini selaras dengan pemikiran John Dewey, seorang filsuf pendidikan, yang mengatakan bahwa pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan; pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.

Artinya, pendidikan bukan hanya langkah menuju kehidupan, melainkan merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri.

Prinsip ini diimplementasikan oleh Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang dikenal dengan sebutan Sekolah Kreatif Baratajaya.

Ini lembaga pendidikan yang menawarkan pengalaman belajar yang menyeluruh melalui perancangan ruang, budaya sekolah, serta kurikulum yang berfokus pada anak.

Salah satu karakteristik unik dari Sekolah Kreatif Baratajaya adalah arsitektur bangunan. Gedung sekolah didesain tanpa pintu. Jendela selalu terbuka. Menciptakan kelas terbuka.

Baca Juga:  Sekolah Swasta dan Jawaban atas Kegelisahan Orang Tua Modern

Konsep ini seolah menghilangkan batas antara alam, interaksi sosial, dan proses belajar. Pendekatan ini sejalan dengan teori psikologi lingkungan yang menyatakan bahwa lingkungan fisik memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku, perasaan, dan fokus belajar anak (Gifford, 2007).

Walaupun di luar kelas terdengar keramaian dengan berbagai aktivitas, lalu lintas siswa yang ke sana kemari, bahkan kumpulan kegiatan, tapi suasana di dalam kelas tetap terasa damai.

Ini mengindikasikan ketenangan dalam proses belajar tidak hanya bergantung pada keheningan, tetapi juga pada rasa aman serta nyaman secara psikologis.

Maria Montessori menekankan, yang pertama dan terpenting untuk perkembangan anak adalah konsentrasi.

Konsentrasi muncul saat anak merasa nyaman dan tidak tertekan, bukan ketika ia dipaksakan berada dalam lingkungan yang kaku dan tertutup, tapi kesadaran belajar itu tumbuh karena kemauan dari siswa itu sendiri.

Tempat Bermain

Area luar kelas di Sekolah Kreatif Baratajaya juga dirancang sebagai tempat bermain yang  fungsional.

Tempat bermain dengan pasir putih yang terbentang di bawah jembatan gantung, tebing untuk panjat, jaring laba-laba, dan alat bermain yang menggantung menciptakan pengalaman bermain dengan stimulasi motorik dan interaksi sosial.

Baca Juga:  Pawai Tarhib Ramadan, Siswa Sekolah Kreatif Tunjukkan Poster Karya Sendiri

Aktivitas bermain bukan sekadar cara mengisi waktu senggang, tetapi merupakan komponen krusial dalam pertumbuhan anak.

Jean Piaget menyoroti, anak memperoleh pengetahuan melalui partisipasi aktif dengan lingkungan mereka.

Lev Vygotsky berpendapat, permainan berperan vital dalam perkembangan kognitif dan sosial. Anak-anak belajar untuk berkolaborasi, bernegosiasi, serta menyelesaikan masalah.

Dengan arena bermain ini suasana sekolah menyenangkan. Siswa betah di sekolah demi menikmati kesenangan bermain. Sekolah bukanlah lokasi yang ingin segera ditinggalkan, melainkan tempat yang sangat dirindukan.

Tangga di samping seluncuran merupakan ilustrasi yang jelas mengenai bagaimana desain fisik bisa mempengaruhi pengalaman emosional dengan cara yang baik.

Bermain menuruni tangga yang pada umumnya biasa saja di sini berubah menjadi kesempatan mengasyikkan dengan banyak tawa.

Ini yang diungkapkan oleh Howard Gardner sebagai rangsangan untuk kecerdasan ganda, terutama berkaitan dengan kecerdasan kinestetik dan interpersonal.

Memanusiakan

Sekolah Kreatif melihat pendidikan memiliki arti muncul dari pemahaman untuk melihat sekolah sebagai tempat hidup. Bukan hanya lembaga pendidikan.

Dengan desain area terbuka yang berorientasi pada manusia, budaya sekolah yang mendukung anak, serta kurikulum yang memberikan peluang untuk pengalaman langsung, institusi ini sukses membangun suasana belajar yang aman secara mental dan penuh arti.

Baca Juga:  Sekolah Kreatif Baratajaya Perkuat Manhaj Muhammadiyah di Ruang Pendidikan

Pemikiran para ahli pendidikan seperti John Dewey, Montessori, Piaget, dan Vygotsky menemukan keterkaitannya dalam praktik sehari-hari. Anak-anak belajar bukan karena paksaan, melainkan berkat rasa nyaman, rasa ingin tahu, dan kebahagiaan yang berkembang secara alami.

Sekolah Kreatif menawarkan proses pembelajaran yang merangkum dimensi kognitif, emosional, sosial, dan fisik dengan proporsional.

Area bermain yang berperan sebagai laboratorium kehidupan, ruang belajar yang terintegrasi dengan alam, dan kegiatan bermain yang dirancang secara penuh makna menunjukkan bahwa pendidikan bisa terjadi di mana saja dan dalam berbagai kondisi.

Inilah bentuk pendidikan yang mengutamakan kemanusiaan, membebaskan, dan memberdayakan anak. Sebuah usaha untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menghidupkan. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto