
Ratusan siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Spiritual Live In 2025 di lima desa. Mereka belajar rendah hati, berzikir, dan berbaur dengan masyarakat setempat.
Tagar.co – Pukul 06.00 WIB, separuh siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) telah duduk berbaris rapi di lapangan Timur sekolah. Mereka bersiap mengikuti program tahunan Spiritual Live In 2025 di lima desa berbeda, pada Jumat (12/12/2025).
Sebelum menaiki truk TNI AU menuju desa, mereka mendengarkan pesan dari Kepala Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Si, di lapangan Timur. Di pagi yang sejuk itu, Fony memberikan wejangan penting.
“Perjalanan hari ini akan berjalan baik jika memenuhi tiga syarat,” ujar Fony memulai pesan di hadapan 152 siswa kelas V.
“Pertama, rendah hati alias tidak sombong, suka membantu, dan sopan,” ujarnya. Para siswa yang kompak pakai seragam olahraga itu fokus menyimaknya.
Dia lantas melanjutkan, “Kedua, perbanyak zikir agar Allah menolong kita, sampai dengan selamat ke tempat tujuan.”
Ketiga, perbanyak teman selain anak-anak SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik. “Kalau belum punya kenalan, jangan malu memperkenalkan diri kepada sahabat-sahabat wilayah Utara,” tuturnya.
Fony menutup pesannya dengan harapan, “Anak-anak dapat pengalaman luar biasa.”
Baca Juga: Kids Warrior Mugeb, Adu Ketangkasan Seru di Class Meeting

Distribusi dan Lokasi Penugasan
Setiap kelas lantas menuju truk tentara yang telah parkir di timur sekolah. Panitia menyediakan satu truk untuk setiap kelas, yang berkapasitas 40 orang.
Setiap kelas mendapatkan lokasi penugasan yang berbeda-beda. Siswa kelas V A menuju Desa Cangaan, Kelas V B menuju Desa Gosari, Kelas V C menuju Desa Banyurip, Kelas V D menuju Desa Sekapuk, dan Kelas V E menuju Desa Golokan.
Di setiap desa, panitia membagi siswa untuk bertugas di tiga lokasi, yaitu di sekolah, masjid, dan masyarakat. Mereka berbaur dan melakukan aktivitas setempat sebagai bagian integral dari program Spiritual Live In tersebut.
Dalam perjalanan, di tengah goncangan truk dan embusan angin kencang itu, Adhyaksa Zikri Arya Manov kelas V Cut Nyak Dien menyempatkan diri membaca Al-Qur’an. Suaranya tidak senyaring biasanya, karena sebagian temannya sedang terlelap. Bacaan Al-Qur’an itulah yang mengiringi perjalanan truk menuju desa tujuan. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












