Feature

Mahkota Cahaya di Spemduta, Tangis Haru Orang Tua Saksikan Tasmik

156
×

Mahkota Cahaya di Spemduta, Tangis Haru Orang Tua Saksikan Tasmik

Sebarkan artikel ini
Puluhan siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman mengikuti Tasmik dan Ikhtibar Al-Qur'an. Suasana haru menyelimuti momen penyematan mahkota simbolis di hadapan orang tua dan para penguji.
Secara bergiliran, siswa Spemduta membaca Ayat Suci Al Qur’an dihadapan orang tua. (Tagar.co/Emil Mukhtar)

Puluhan siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman mengikuti Tasmik dan Ikhtibar Al-Qur’an. Suasana haru menyelimuti momen penyematan mahkota simbolis di hadapan orang tua dan para penguji.

Tagar.co — Suasana ruang pertemuan di SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) mendadak hening. Hanya terdengar lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mengalir dari bibir puluhan siswa. Pada Rabu hingga Kamis, 14-15 Januari 2026, sekolah ini menggelar agenda sakral bertajuk Tasmik dan Ikhtibar Al-Qur’an. Program ini bukan sekadar ujian rutin, melainkan panggung pembuktian bagi para penjaga wahyu Ilahi.

Para peserta didik duduk bersimpuh, menguji keteguhan ingatan mereka di hadapan penguji (muhasib) dan orang tua yang hadir dengan tatapan penuh harap. Dalam tradisi Tasmik, seorang siswa harus memperdengarkan seluruh hafalan mereka dalam satu kali duduk tanpa terputus. Tantangan ini menguji bukan hanya daya ingat, tetapi juga mentalitas dan ketenangan batin sang penghafal.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Taman, Arief Syaifuddin, menegaskan kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas hafalan siswa. Ia memandang acara ini sebagai bentuk evaluasi menyeluruh sekaligus suntikan motivasi agar kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an terus bertumbuh. Lebih dari itu, ia melihat hafalan tersebut sebagai amanah besar yang harus siswa pertanggungjawabkan sepanjang hayat.

Baca Juga:  Ketika Seribu Rupiah Menjadi Satu Miliar: Lazismu Nyalakan Empati Pelajar

“Kami ingin memastikan hafalan mereka tidak hanya kuat secara kuantitas, tetapi juga berkualitas secara makhraj dan hukum bacaannya. Kehadiran orang tua di sini juga memberikan dukungan moril yang luar biasa bagi anak-anak,” ujar Arief dengan nada bangga saat memantau jalannya ujian.

Bagi Arief, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama dalam mencetak generasi religius yang tangguh di era modern.

Isak Tangis dan Doa Orang Tua

Ketegangan ujian seketika mencair saat sesi doa bersama dan prosesi penyematan mahkota simbolis bermula. Ruangan yang semula kaku oleh prosedur ujian berubah menjadi penuh haru. Air mata para orang tua tumpah saat menyaksikan buah hati mereka mampu melantunkan ayat demi ayat dengan lancar dan tartil. Momen ini menjadi puncak emosional yang menggambarkan betapa besar pengorbanan dan harapan yang mereka titipkan pada sang anak.

Beberapa orang tua tampak sesenggukan saat memeluk anaknya yang baru saja menyelesaikan setoran hafalan. Bagi mereka, keberhasilan anak menghafal Al-Qur’an adalah hadiah terindah yang melampaui pencapaian akademik lainnya. Simbol penyematan mahkota di kepala siswa seolah menjadi pengingat janji kemuliaan bagi para penghafal Al-Qur’an dan orang tuanya di akhirat kelak.

Baca Juga:  The Movie, Papa Zola Beraksi di Layar Lebar

Pihak sekolah mengapresiasi kerja keras 25 siswa kelas IX C tahun ajaran 2025/2026 yang menjadi peserta utama kali ini. Mereka berhasil melampaui target hafalan pada Juz 29, 1, 2, 5, dan 6. Keberhasilan ini tidak mereka raih dengan mudah; para siswa harus disiplin membagi waktu antara pelajaran umum dan kegiatan menghafal (murajaah) setiap harinya agar tetap mutqin atau memiliki hafalan yang kuat.

Acara berakhir dengan pengumuman peserta terbaik dan pemberian sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi formal dari sekolah. Melalui kegiatan Tasmi’ dan Ikhtibar ini, Spemduta berharap dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki akhlak mulia dan mampu menjaga kemurnian kitab suci. (#)

Jurnalis Emil Mukhtar Penyunting Sayyidah Nuriyah