Feature

Kids Warrior Mugeb, Adu Ketangkasan Seru di Class Meeting

66
×

Kids Warrior Mugeb, Adu Ketangkasan Seru di Class Meeting

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) beradu ketangkasan dalam lima permainan Kids Warrior saat Class Meeting hari pertama, melepas penat pasca-Sumatif Akhir Semester I.
Pos I Estafet Bola Pingpong. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) beradu ketangkasan dalam lima permainan Kids Warrior saat Class Meeting hari pertama, melepas penat pasca-Sumatif Akhir Semester I.

Tagar.co – Kids Warrior membuka keseruan agenda Class Meeting hari pertama SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School), pada Kamis (11/12/2025). Sejak pagi hingga siang, siswa dari tiap kelas I-VI secara bergiliran menunjukkan kelincahan mereka.

Siswa kelas I dan II berlomba-lomba menyelesaikan permainan dengan cepat dan tepat di lapangan Timur sekolah ramah anak tersebut. Sementara siswa kelas III-VI berlomba di lapangan futsal.

Ketua pelaksana, Mohammad Fathoni, S.Pd., menyampaikan harapannya atas keseruan Class Meeting ini. “Semoga menjadi media untuk melepas penat siswa setelah sepekan menghadapi pekan Sumatif Akhir Semester I tahun pelajaran 2025/2026,” ujarnya sumringah di tengah mengawasi pelaksanaan lomba.

Terdapat lima permainan utama dalam Kids Warrior yang diikuti oleh siswa kelas I dan II. Pertama, Estafet Bola Pingpong. Lalu, ada Power Cup. Pos ketiga menyajikan Blow The Cup. Keempat adalah Estafet Papan. Adapun yang kelima, Estafet Bola Besar.

Baca Juga:  Harmonisasi Musik Bawa Mupus Spemdalas Raih Emas Olympicad VIII Makassar
Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) beradu ketangkasan dalam lima permainan Kids Warrior saat Class Meeting hari pertama, melepas penat pasca-Sumatif Akhir Semester I.
Pos III Blow the Cup. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Dalam permainan Estafet Bola Pingpong, setiap peserta mengikatkan gelas plastik di kepala. Setelah terikat, mereka menyalurkan bola pingpong dari satu peserta ke peserta lain menggunakan gelas yang ada di kepala tersebut tanpa menyentuh bola dengan tangan.

Sementara itu, permainan Power Cup menuntut kerja sama tim yang baik. Tim berupaya menyusun satu per satu gelas hingga menjadi menara tinggi yang kokoh dan tidak miring.

Di tengah antuasiasme siswa, guru pendamping yang menjadi MC, Agus Suprayitno, S.Pd., mengingatkan, “Jangan sampai roboh!”

Di pos Blow The Cup, setiap siswa harus mendorong gelas plastik hingga mencapai garis akhir hanya dengan sekali tiupan. Siswa tidak diperbolehkan memegang gelas atau tali di dekatnya. Setelah satu siswa berhasil mendorong, teman satu tim akan melanjutkan tiupan untuk gelas berikutnya.

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) beradu ketangkasan dalam lima permainan Kids Warrior saat Class Meeting hari pertama, melepas penat pasca-Sumatif Akhir Semester I.
Pos II Power Cup. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Baca Juga: Mugeb dan Dinas KBP3A Perkuat Sinergi Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Strategi Wali Kelas

Pada pos Estafet Kardus, siswa paling depan harus melompat ke kardus di depannya, diikuti oleh siswa di belakangnya. Siswa yang berada di paling belakang harus segera mengambil dan menyalurkan kardus yang diinjaknya ke depan. Proses pemindahan kardus terus dilakukan sampai seluruh kardus habis dan tim mencapai garis akhir.

Baca Juga:  PPL Terbimbing hingga Mandiri, Umsura Menyiapkan Guru PPG Profesional

Terakhir, pada pos Estafet Bola Besar, bola siswa salurkan dari bawah ke belakang secara berantai. Setelah mencapai peserta paling belakang, bola harus disalurkan kembali ke depan, namun kali ini melalui atas kepala.

Meskipun mentari kian meninggi sehingga suhu panas semakin menyengat, semangat para peserta tetap membara. Mereka berupaya fokus dan tanggap memainkan sesuai posisinya.

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) beradu ketangkasan dalam lima permainan Kids Warrior saat Class Meeting hari pertama, melepas penat pasca-Sumatif Akhir Semester I.
Pos IV Estafet Papan. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Setiap wali kelas memiliki strategi masing-masing untuk mempercepat waktu penyelesaian permainan timnya. Yuanita Anggun Candra Yudha, S.Psi, wali kelas II Eggfruit, memberikan saran strategis kepada timnya. “Jangan jauh-jauh melemparnya,” ujar Anggun, sapaannya, kepada siswanya saat estafet papan.

Sementara itu, Erni Mafrudloh, S.Pd, wali kelas II Banana, menyarankan sebaliknya, meminta timnya untuk lebih berani. “Ayo lempar yang jauh,” tuturnya.

Lain halnya dengan Novelia Nur Anggraeni, S.Pd. Ia memilih strategi dengan turut melompat di sisi tim siswanya sambil bertepuk tangan memberikan semangat dan motivasi secara langsung. “Ayo cepat!” ujarnya penuh semangat.

Alhasil, kelas I Aster memenangkan dengan total waktu tercepat di level kelasnya, yaitu 5 menit 41 detik. Sementara kelas II Apricot menjadi pemenang di level kelasnya dengan waktu 4 menit 43 detik. (#)

Baca Juga:  Kartu Ajaib untuk Menembus Pemahaman Kata Konotasi

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni