Feature

Perpisahan Dubes RI di Wasola, Warga Muhammadiyah Malaysia Sambut Peluasan Warung Soto Lamongan

25
×

Perpisahan Dubes RI di Wasola, Warga Muhammadiyah Malaysia Sambut Peluasan Warung Soto Lamongan

Sebarkan artikel ini
Suasana perpisahan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermonodi di Wasola, Ahad 23 November 2025. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Di tengah aroma soto Lamongan yang mengepul, warga Muhammadiyah di Malaysia menyambut perpisahan Dubes RI Dato’ Indera Hermono sekaligus merayakan peluasan Wasola, saksi sejarah perjuangan, kebersamaan, dan semangat komunitas di Kuala Lumpur.

Tagar.co – Suasana hangat memenuhi Warung Soto Lamongan (Wasola) pada Ahad, 23 November 2025. Aroma soto Lamongan yang mengepul berpadu dengan tawa dan tepuk tangan sekitar 150 warga Muhammadiyah di Malaysia, menandai momen perpisahan bagi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono.

Acara ini sekaligus menjadi peresmian peluasan Wasola, yang kini menambah satu unit lokasi usaha di sebelah warung sebelumnya. Hari itu, warung yang lahir dari kerja keras warga perserikatan menjadi saksi sejarah perjuangan dan kebersamaan mereka, sekaligus menegaskan peran Wasola sebagai pusat kegiatan komunitas Muhammadiyah Malaysia.

Baca juga: Kisah Santap Malam di Wasola: Soto Lamongan di Jantung Kuala Lumpur

Dalam sambutannya, Manajer Wasola Darsun Safuan, menceritakan perjalanan Warung Soto Lamongan sejak awal berdiri.

“Wasola mempunyai sejarah dan kisah tersendiri. Baru saja didirikan, kami harus bertahan di tengah badai Covid-19. Ibarat bayi baru lahir, terus dipaksa berjalan. Kami di Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan belum cukup pengalaman mengelola bisnis, ditambah pandemi yang membuat bertahan sangat sulit,” ujar Darsun, yang juga Wakil Bendahara PCIM Malaysia,

Baca Juga:  Reuni Akbar PCIM–PCIA Malaysia: Merawat Ikatan yang Tak Pernah Putus

Ia melanjutkan, “Alhamdulillah, kini Wasola bisa dibilang lumayan, mampu menopang berbagai kegiatan PCIM. Peresmian peluasan ini tentunya berkat dukungan semua warga Muhammadiyah Malaysia dan relawan Wasola yang berkorban waktu, tenaga, dan materi.”

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono menyampaikan pidato perpisahan di Wasola, Ahad 23 November 2025. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia H. Fauzi Fatkhur menegaskan peran tokoh-tokoh sebelumnya dalam membangun Wasola.

“Semua ini berkat sentuhan tangan dingin Prof. Sonny Zulhuda dan pimpinan terdahulu. Jika kita menyebut Wasola, kita tentu tidak melupakan H. Ali Fauzi, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PCIM Malaysia kala itu, yang memiliki gagasan mendirikan amal usaha Warung Soto Lamongan,” ujar Fauzi.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dato’ Indera Hermono atas kehadirannya dalam peresmian peluasan Wasola. “Terima kasih kepada Pak Hermono dan KBRI Kuala Lumpur yang selalu mendampingi kami dalam menggerakkan organisasi. Saat ini, PCIM Malaysia sudah resmi terdaftar di bawah Registrar of Society (ROS) Malaysia. Kami berharap KBRI terus mendukung cita-cita mendirikan sekolah Internasional Muhammadiyah di Malaysia.”

Baca Juga:  Silaturahmi Diaspora Wotan di Malaysia, Kepala Desa Hadir Perkuat Ikatan Warga

Mewakili warga Muhammadiyah di Malaysia, Fauzi menyampaikan salam perpisahan kepada Dato’ Indera Hermono. “Atas nama warga Muhammadiyah Malaysia, kami mengucapkan banyak terima kasih dan salam perpisahan. Semoga Pak Hermono sejahtera di mana pun berada,” tuturnya.

Dato’ Indera Hermono bersama tokoh PCIM dan PCIA Malasyia menggunting pita simbol perluasan Wasola, Ahad 23 November 2025. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Hermono mengungkapkan kebanggaannya atas kerja sama yang terjalin selama menjabat.

“Terima kasih kepada warga Muhammadiyah Malaysia yang selama ini bekerja sama dan membantu KBRI. Saya juga senang melihat PCIM Malaysia kini menjadi organisasi resmi di Malaysia. Fondasi Muhammadiyah adalah pendidikan dan kesejahteraan umat. Kiai Dahlan memulai gerakan dengan pendidikan untuk mencerdaskan bangsa. Saya yakin PCIM Malaysia bisa mewujudkan cita-cita mendirikan sekolah Internasional Muhammadiyah,” kata Hermono.

Ia menambahkan, “Atas nama pribadi dan KBRI Kuala Lumpur, saya mengucapkan terima kasih kepada warga Muhammadiyah Malaysia. Mohon maaf jika selama saya menjabat ada salah dan khilaf.”

Peserta acara perpisahan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermonodi di Wasola Ahad 23 November 2025. (Tagar.co/Mundzirin Mukhtar)

Acara perpisahan dengan Duta Besar LBBP RI dan peresmian peluasan WASOLA juga di hadiri.

  • Istri Kedubes Dato’ Indera Hermono: Kiki Hermono
  • Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur Octavia Dewi Zulaicha,
  • Ministre Counselor Konsuler KBRI Kuala Lumpur: Akhmad Baihaqie
  • Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Azizah Rahmaniar Salam
  • Atase Riset KBRI Kuala Lumpur Brigjend. Pol. Tofik Ismail
  • Kepala Perwakilan Garuda Indonesia kantor Malaysia Toskan Anda Andika,
  • Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini Handayani
  • Penasihat PCIM Malaysia -Dr. Arifin Ismail\Penasihat PCIM Malaysia -Assoc. Prof. Sonny Zulhuda
  • Penasihat PCIA Malaysia Assoc. Prof. Betania Kartika
  • Jajaran pimpinan PCIM PCIA Malaysia dan Ketua PRIM dan PRIA se-malaysia.
Baca Juga:  MPI PCIM Malaysia Gelar Podcast Perdana, Kupas Jejak Organisasi hingga Arah Baru

Kegiatan ditutup dengan penguntingan pita peresmian peluasan Warung Soto Lamongan oleh Dato’ Indera Hermono didampingi istrinya Kiki Hermono, Ketua PCIM Malaysia H. Fauzi Fatkhur, Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini Handayani, para penasihat, CEO Suryamu Sdn. Bhd. Nurul Octavia, dan Manajer Wasola Darsun Safuan. (#)

Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni