Feature

D-Gugu, Best Practice Kepala Sekolah Smamdela Jadi yang Terbaik di FFU 2025

57
×

D-Gugu, Best Practice Kepala Sekolah Smamdela Jadi yang Terbaik di FFU 2025

Sebarkan artikel ini
Rektor UMG Khairul Anwar menyerahkan trofi penghargaan juara I kategori best practice kepala sekolah/madrasah pada Emi Faizatul Afifah, M. Si., pada ajang FFU Ke-9 di Hall Sang Pencerah, UMG, Sabtu, 1 November 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Melalui program inovatif D-Gugu, Emi Faizatul Afifah dari Smamdela berhasil mengantarkannya meraih Juara I Best Practice Kepala Sekolah di Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9.

Tagar.co – Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 resmi berakhir dengan meninggalkan banyak kisah inspiratif dari para peserta. Salah satunya datang dari ajang Best Practice Kepala Sekolah, di mana sosok inspiratif dari SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela), Emi Faizatul Afifah, M.Si., berhasil meraih juara pertama.

Sabtu (1/11/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Emi. Di tengah ratusan peserta FFU ke-9, ia melangkah menuju panggung dengan penuh haru untuk menerima trofi kemenangan.

“Senang dan bersyukur dapat meraih juara I. Sempat kaget karena penampilan peserta lain juga luar biasa,” ungkapnya penuh kehangatan.

Juara lainnya baca: Juara Lomba Best Practice Kepala Sekolah FFU 2024

Dalam presentasinya, Emi mengusung tema “Bersama Guru Hebat, Belajar Menjadi Bermakna”. Ia menampilkan program unggulan bertajuk D-Gugu (Dari Guru untuk Guru) — sebuah ajang pameran media pembelajaran hasil karya guru yang dikembangkan berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Baca Juga:  Synfest 2026, Etalase Pembelajaran Bermakna di SMA Muhammadiyah 8 Gresik

“D-Gugu ini wadah bagi guru untuk menampilkan karya inovatif yang sudah mereka kembangkan selama satu tahun. Pameran ini memberi pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus bentuk apresiasi terhadap kerja keras guru,” jelasnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme Gresik, Emi Faizatul Afifah, M. Si., pemenang kategori best practice kepala sekolah/madrasah pada ajang FFU ke-9 di Hall Sang Pencerah, UMG, Sabtu, 1 November 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Pembelajaran Mendalam dan Kolaboratif

Menurut Emi, D-Gugu dirancang untuk mendorong guru meningkatkan kompetensi dalam merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran mendalam berbasis inkuiri dan kolaborasi.

Baca juga: D-Gugu Smamdela Meriah: Stan Versa Suguhkan Permainan Bahasa, Juri LLSMS Ikut Asyik Bermain

Hasilnya, pembelajaran di Smamdela kini mampu terintegrasi lintas disiplin ilmu, menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif pada diri siswa.

“Strateginya melalui tahapan assess, design, implement, measure, reflect, change,” ujarnya.

Menjelang final FFU, Emi bahkan menampilkan sejumlah media pembelajaran karya guru Smamdela, seperti “Tebak Asmaul Husna” karya Lukman Arif (guru Al-Islam dan Waka Ismuba), “Roda Trigonometri” dari guru Matematika Bu Mega, serta “Susun Kata Kepribadian Siswa” dari Bu Novia, guru BK.

Rendah Hati di Tengah Prestasi

Persiapan menuju final tidak mudah. Emi harus membagi waktu di tengah padatnya agenda sekolah dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas XII. Namun dengan dedikasi tinggi, ia mampu menunjukkan performa terbaik di hadapan dewan juri dan keluar sebagai yang terbaik dari sepuluh finalis.

Baca Juga:  Career Class, 114 Siswa Masuki Dunia Kerja

Meski menyabet juara pertama, Emi tetap menampakkan kerendahan hati. “Saya akan terus belajar dan introspeksi diri agar bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari,” tuturnya. Ia berharap kemenangan ini bukan hanya miliknya pribadi, tetapi menjadi penyemangat seluruh keluarga besar Smamdela untuk terus berinovasi.

“Semoga Smamdela terus membimbing siswa-siswanya agar berakhlak mulia, berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, serta berdaya saing global,” pungkasnya penuh harap.

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni