
Melalui program inovatif D-Gugu, Emi Faizatul Afifah dari Smamdela berhasil mengantarkannya meraih Juara I Best Practice Kepala Sekolah di Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9.
Tagar.co – Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 resmi berakhir dengan meninggalkan banyak kisah inspiratif dari para peserta. Salah satunya datang dari ajang Best Practice Kepala Sekolah, di mana sosok inspiratif dari SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela), Emi Faizatul Afifah, M.Si., berhasil meraih juara pertama.
Sabtu (1/11/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Emi. Di tengah ratusan peserta FFU ke-9, ia melangkah menuju panggung dengan penuh haru untuk menerima trofi kemenangan.
“Senang dan bersyukur dapat meraih juara I. Sempat kaget karena penampilan peserta lain juga luar biasa,” ungkapnya penuh kehangatan.
Juara lainnya baca: Juara Lomba Best Practice Kepala Sekolah FFU 2024
Dalam presentasinya, Emi mengusung tema “Bersama Guru Hebat, Belajar Menjadi Bermakna”. Ia menampilkan program unggulan bertajuk D-Gugu (Dari Guru untuk Guru) — sebuah ajang pameran media pembelajaran hasil karya guru yang dikembangkan berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
“D-Gugu ini wadah bagi guru untuk menampilkan karya inovatif yang sudah mereka kembangkan selama satu tahun. Pameran ini memberi pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus bentuk apresiasi terhadap kerja keras guru,” jelasnya.

Pembelajaran Mendalam dan Kolaboratif
Menurut Emi, D-Gugu dirancang untuk mendorong guru meningkatkan kompetensi dalam merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran mendalam berbasis inkuiri dan kolaborasi.
Baca juga: D-Gugu Smamdela Meriah: Stan Versa Suguhkan Permainan Bahasa, Juri LLSMS Ikut Asyik Bermain
Hasilnya, pembelajaran di Smamdela kini mampu terintegrasi lintas disiplin ilmu, menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif pada diri siswa.
“Strateginya melalui tahapan assess, design, implement, measure, reflect, change,” ujarnya.
Menjelang final FFU, Emi bahkan menampilkan sejumlah media pembelajaran karya guru Smamdela, seperti “Tebak Asmaul Husna” karya Lukman Arif (guru Al-Islam dan Waka Ismuba), “Roda Trigonometri” dari guru Matematika Bu Mega, serta “Susun Kata Kepribadian Siswa” dari Bu Novia, guru BK.
Rendah Hati di Tengah Prestasi
Persiapan menuju final tidak mudah. Emi harus membagi waktu di tengah padatnya agenda sekolah dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas XII. Namun dengan dedikasi tinggi, ia mampu menunjukkan performa terbaik di hadapan dewan juri dan keluar sebagai yang terbaik dari sepuluh finalis.
Meski menyabet juara pertama, Emi tetap menampakkan kerendahan hati. “Saya akan terus belajar dan introspeksi diri agar bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari,” tuturnya. Ia berharap kemenangan ini bukan hanya miliknya pribadi, tetapi menjadi penyemangat seluruh keluarga besar Smamdela untuk terus berinovasi.
“Semoga Smamdela terus membimbing siswa-siswanya agar berakhlak mulia, berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, serta berdaya saing global,” pungkasnya penuh harap.
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












