
Tagar.co – Musdesus Pemerintah Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar berlangsung, Rabu (29/10/2025) malam.
Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) berlangsung di Balai Desa Jatinom dimulai pukul 19.30 WIB.
Hadir kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Musdesus merupakan forum yang diselenggarakan oleh pemerintah desa untuk membahas hal-hal penting dan mendesak di luar agenda musyawarah desa reguler.
Agenda hari itu membahas rencana KDMP Jatinom membuka usaha pupuk bersubsidi bagi petani.
Kepala Desa Jatinom, Muhamad Daru Purwinanto, menyampaikan, pemerintah desa berkomitmen agar setiap program tidak saling tumpang tindih dan tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Win, sapaan akrab kepala desa, menuturkan, BUMDes mulai jalan program ayam dan telur. Untuk pengurus KDMP antusias, semoga program KDMP juga segera mulai jalan. Bulan Oktober ini diharapkan setiap desa di Kecamatan Kanigoro mengadakan Musdesus.
Ia juga menyinggung adanya pos bantuan hukum desa serta kegiatan MBG (Makan Bergizi Gratis) yang sudah berjalan di Jatinom. “Semoga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, sambung dia, koperasi desa belum siap menerima bantuan dari Dana Desa (DD) maupun dari bank.
Dana Desa (DD) merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi desa untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Alasannya, KDMP masih mempersiapkan struktur dan sistem keuangan internal agar lebih matang. Nantinya program KDMP merapat ke kelompok petani Jatinom yang total lahan sawah sekitar 190 hektare. Setiap musim tanam memerlukan pupuk, jadi ini akan menjadi langkah awal yang strategis,” tutur Win.
Jika usaha pupuk lancar, kata dia, KDMP ke depan membutuhkan gudang pupuk yang besar. Pemerintah desa akan membantu mencarikan lokasi seperti memanfaatkan gedung bekas SD Negeri diubah sebagai gudang.
“Melalui KDMP, kita tentukan akan berjualan pupuk bersubsidi,” katanya.
Ketua KDMP Jatinom, Waluyo, menyampaikan perkembangan koperasiyang sudah koordinasi dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani).
Gapoktan adalah organisasi yang mewadahi beberapa kelompok tani dalam suatu wilayah dengan tujuan memperkuat posisi petani dalam produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian.
Waluyo menambahkan, untuk menjalankan program pupuk bersubsidi, diperlukan proposal dan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
RDKK merupakan dokumen berisi kebutuhan sarana produksi pertanian seperti pupuk, benih, dan pestisida berdasarkan data dari kelompok tani.
“Sambil mencari informasi tentang musim tanam, kami juga sedang menyiapkan gudang pupuk yang sesuai. Kami perlu bantuan Pemdes untuk menyampaikan ke kelompok tani. KDMP juga akan bekerja sama dengan koperasi desa lain agar program pupuk bersubsidi bisa berjalan baik,” jelas Waluyo.
Ketua BPD Desa Jatinom, Kasiana, memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus KDMP yang telah bekerja keras mempersiapkan program tersebut.
“Alhamdulillah, apresiasi dan terima kasih untuk pengurus KDMP. Semoga ke depannya mampu menambah usaha lain. Yang penting kita jalan dulu,” ujarnya.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa serta mengawasi kinerja pemerintah desa.
Kasiana menekankan pentingnya komunikasi antar pihak agar setiap program bisa berjalan tanpa hambatan.
“Dengan adanya komunikasi akan tercapai. Sampaikan dulu jika ada hambatan agar segera diselesaikan. Komunikasikan juga dengan petani dan desa lain bahwa akan menjalankan program berjualan pupuk bersubsidi,” ujarnya. (#)
Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sugeng Purwanto












