Feature

Luigi Kautsarrazky: Bintang Catur Mugeb Juara di Bumi Majapahit

82
×

Luigi Kautsarrazky: Bintang Catur Mugeb Juara di Bumi Majapahit

Sebarkan artikel ini
Kisah Luigi Kautsarrazky, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, yang berprestasi dalam catur, meraih juara di turnamen tingkat nasional.
Luigi fokus berlaga di Turnamen Catur Bale by BTN Chess Cup 2025 bersama Percasi Kota Mojokerto. (Tagar.co/Dokumentasi Panitia)

Kisah Luigi Kautsarrazky, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, yang berprestasi dalam catur. Di ujung September, ia meraih juara II di turnamen catur tingkat Jawa Timur.

Tagar.co – Penuh semangat. Itulah kesan yang tergambar dari sosok Luigi Kautsarrazky, siswa kelas III Denmark dari SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik. Di usianya yang masih belia, Luigi telah mengukir prestasi gemilang dalam dunia catur. Bakatnya yang istimewa membawanya menjadi sorotan, terutama setelah ia menorehkan prestasi di “Bumi Majapahit”, Hotel De Resort Kota Mojokerto.

Sang mama, Anggraeni Septi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian putranya di Turnamen Catur Bale by BTN Chess Cup 2025 bersama Percasi Kota Mojokerto. Menurutnya, rezeki yang Luigi peroleh di turnamen tingkat Jawa Timur pada Sabtu, 27 September 2025 itu terasa istimewa.

Anggraeni bercerita, “Pertandingannya seru sekali, apalagi hari Sabtu. Luigi berangkat dari rumah pada Jumat malam setelah les Bahasa Inggris.”

Mereka sengaja menginap di hotel yang sama dengan lokasi turnamen. Harapannya, Luigi bisa merasakan atmosfer pertandingan sejak malam sebelumnya. “Biar malam itu juga dia lihat dan rasakan suasananya dulu,” imbuh Anggraeni.

Pagi hari sebelum bertanding, Luigi sarapan nasi goreng dan mandi lebih lama dari biasanya. Namun, di balik persiapan yang matang, ketegangan tetap menyelimuti. Selama pertandingan, bocah kelahiran Gresik, 18 Februari 2016 itu sempat merasa gemetar karena khawatir kehabisan waktu, terutama saat memasuki babak 4 dan 5.

“Tapi jeda pertandingan bisa jajan es lilin di depan venue. Entah Luigi habis berapa,” kenang Anggraeni. Ia menambahkan, es lilin itu seolah menjadi penawar rasa cemas.

Peringkat II

Setelah melalui perjuangan yang berat, Luigi akhirnya meraih peringkat kedua kategori U9. Ia memenangkan empat pertandingan dan satu kali seri dari total lima babak yang dimainkan dalam format catur cepat, dengan durasi 10 menit plus 2 detik (increment) per pemain.

Kepulangan dari Mojokerto pun tak menyisakan banyak waktu untuk bersantai atau berjalan-jalan. Luigi dan ibunya harus segera kembali ke Surabaya untuk mengantar pulang guru catur Luigi yang kebetulan juga menjadi wasit dalam pertandingan tersebut. Ialah guru catur Luigi dari Klub Suryanaga Surabaya, Imam Buchori, seorang wasit dan pelatih nasional.

Anggraeni Septi pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. “Terima kasih panitia, Percasi Kota Mojokerto, Pengprov Percasi Jawa Timur, KONI Kota Mojokerto, sponsor tunggal Bank BTN, para dewan wasit dan semua lawan Luigi yang hebat,” tuturnya.

Ia juga berharap, “Semoga ada banyak hikmah dan proses bertumbuh dari pertandingan ini.”

Kisah Luigi Kautsarrazky, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, yang berprestasi dalam catur, meraih juara di turnamen tingkat nasional.
Luigi meraih peringkat II kategori U9 di Turnamen Catur Bale by BTN Chess Cup 2025 bersama Percasi Kota Mojokerto. (Tagar.co/Anggraeni Septi)

Prestasi di Kota Kembang

Sebelum meraih kemenangan di Mojokerto, Luigi juga telah mengukir prestasi membanggakan sebulan sebelumnya. Tepatnya pada 16 Agustus 2025 di “Paris van Java” atau Kota Bandung. Ia tampil memukau dalam Turnamen Catur Cepat Terbuka PT Dirgantara Indonesia.

Di tengah guyuran hujan yang deras dan suhu ruangan Hasri Ainun Habibie Convention Hall PT Dirgantara Indonesia yang dingin, Luigi berhasil meraih juara pertama di kategori 1-3 SD. Ia mengumpulkan 6,5 poin dari 7 babak yang ia jalani. Turnamen ini menjadi sangat istimewa karena kehadiran dua Grandmaster catur Indonesia, yakni GM Susanto Megaranto dan GM Novendra Priasmoro, yang bertanding di kategori master.

Adapun pada akhir Agustus, ia berhasil menduduki peringkat 13 Asia U9 Open Chess. Pada ajang Asian Zone 3.3 School Chess Competition 2025, ia menjadi satu-satunya wakil dari Gresik yang melangkah hingga tingkat Asia, bersaing dengan peserta dari berbagai negara seperti Mongolia, Hong Kong, Myanmar, dan Rusia. Kompetisi ini berlangsung mulai dari babak penyisihan di Gading Serpong, Tangerang (26–28 Juni 2025) hingga babak lanjutan di Jakarta (27–31 Agustus 2025).

Meski belum meraih gelar juara, ibunda Luigi mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan sang anak. “Setiap pertandingan adalah pembelajaran, setiap turnamen adalah proses. Semoga pengalaman ini menjadi lahan belajar dan perkenalan. Saling berkenalan dengan teman-teman baru. Termasuk teman-teman dari tim catur Myanmar dan Rusia,” ujarnya.

Anggraeni juga menceritakan, perjuangan Luigi saat itu tidak mudah. Di tengah kondisi Ibu Kota yang sempat ricuh akibat demonstrasi dan Luigi harus melawan eksim, ia tetap tampil gigih di papan catur. “Allah masih senantiasa melindungi,” tambahnya penuh haru.

Harapan Bunda

Luigi Kautsarrazky telah menunjukkan bakat luar biasa pada usia yang sangat muda. Dengan prestasi yang terus ia raih, masa depan cerah harapannya telah menanti. Sang mama memiliki harapan besar untuk Luigi.

“Mari merdeka dengan ilmu, belajar, berlatih dan berkompetisi—dengan diri sendiri,” ucap Anggraeni, membagikan filosofi hidup yang ia tanamkan pada sang anak.

Ia berharap, kelak Luigi dapat mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional melalui 64 papan kotak hitam putih. “Semoga,” pungkasnya penuh harap.

Di usianya yang baru menginjak sembilan tahun, Luigi telah membuktikan, usia bukanlah halangan untuk berprestasi. Ia menjadi inspirasi bagi anak-anak sebayanya untuk terus belajar dan mengasah bakat yang mereka miliki. Seperti yang sang ibu harapkan, semoga Luigi benar-benar bisa membawa nama Indonesia terbang tinggi, merajai dunia catur. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni