Feature

Khotbah Jumat Masjid Al-Ghifari Blitar, Ustaz Azif: Nabi Muhammad sebagai Rahmatanlilalamin

55
×

Khotbah Jumat Masjid Al-Ghifari Blitar, Ustaz Azif: Nabi Muhammad sebagai Rahmatanlilalamin

Sebarkan artikel ini
Maulid Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rahman berarti kehendak untuk menyampaikan kebaikan, yaitu sikap dan perilaku yang lembut, penyayang, dan penuh perhatian

Tagar.co – Suasana khusyuk dan penuh makna mewarnai Khotbah Jumat yang digelar di Masjid Al-Ghifari Kota Blitar, Jumat (5/9/2025), bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Al-Ghifari Kota Blitar bekerja sama dengan Takmir Masjid Al-Ghifari.

Masjid yang sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Ar-Rohman ini kini resmi berganti nama menjadi Masjid Al-Ghifari. Beralamat di Jalan Sumba Nomor 38, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Masjid dua lantai ini dikenal luas dan nyaman.

Dilengkapi dengan beberapa unit AC, CCTV, sound system, serta halaman parkir yang luas untuk kendaraan roda dua maupun empat, masjid ini juga memiliki fasilitas wudu dan kamar mandi yang memadai. Sekitar masjid juga tampak asri dengan taman bunga dan pohon rindang yang menambah kesejukan.

Kegiatan dimulai tepat pukul 12.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.30 WIB. Seluruh jamaah tampak antusias mengikuti Khotbah dan Shalat Jumat berjamaah. Yang menjadi Khotib dan Imam pada kesempatan kali ini adalah Ustadz M. Azif Fauzi yang akrab disapa Ustadz Azif.

Baca Juga:  Quran Time, Cara Spemdalas Menghidupkan Pagi dengan Al-Quran

Dia adalah ustadz muda yang merupakan putra dari salah satu pengurus Yayasan Al-Ghifari yang berasal dari Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Dalam khutbahnya, Ustadz Azif menyampaikan rasa syukur kita bisa mengikuti ibadah shalat Jumat. Dalam khotbahnya dia menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih, lembut, dan membawa kebaikan bagi seluruh alam.

Sebagai penguat khutbah, Ustadz Azif mengutip Al-Quran Surat Al-Ahzab Ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Artinya: Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.

Dia juga menyampaikan hadits tentang rahmat Nabi:

إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُّهْدَاةٌ

Artinya: Sesungguhnya aku ini adalah rahmat yang dihadiahkan.

Selain itu, Ustadz Azif menjelaskan Rahman berarti kehendak untuk menyampaikan kebaikan, yaitu sikap dan perilaku yang lembut, penyayang, dan penuh perhatian. Ia kemudian membacakan Surat Ali-Imran Ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّۭا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ

Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

Baca Juga:  Operasi Senyap Berburu Bonus Langit, Cara Kang Ipul Semangati Jemaah di Malam Ganjil

Di akhir khutbahnya, Ustadz Azif menekankan Nabi Muhammad SAW bukanlah sosok yang suka berkata kasar atau berhati keras. “Orang yang menyayangi akan disayangi. Orang yang memberi kebaikan akan mendapat kebaikan. Maka mari kita meneladani sikap dan perilaku Nabi,” pesannya.

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum untuk memperkuat cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. (#)

Jurnalis Agus Fawaid. Penyunting Ichwan Arif.