Feature

Gen Z Muhammadiyah Harus Berani Ambil Peran

37
×

Gen Z Muhammadiyah Harus Berani Ambil Peran

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PD IPM Gresik Krisna Bakhtiyar (Tagar.co/Zada Kanza Makhfiya Mohammad)

Di forum Gen-Z Future Leaders 2025, Krisna Bakhtiyar mengapresiasi kerja keras kader Gresik, sementara M. Hengki Pradana menegaskan Gen Z harus siap berdampak. Keduanya kompak mendorong pelajar Muhammadiyah tampil sebagai pemimpin berkarakter.

Tagar.co – Forum Gen-Z Future Leaders 2025 yang digelar PW IPM Jatim di SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Sabtu (6/9/2025), menjadi ajang penting bagi pelajar Muhammadiyah untuk menyuarakan gagasan sekaligus membangun semangat kepemimpinan.

Dua tokoh pelajar, Ketua Umum PD IPM Gresik Krisna Bakhtiyar dan Ketua Umum PW IPM Jawa Timur M. Hengki Pradana, menyampaikan pesan berharga agar generasi muda Muhammadiyah siap tampil sebagai pemimpin masa depan.

Baca juga: Ketua PDM Gresik Ajak Gen Z Muhammadiyah Seimbangkan Otak dan Hati

Krisna Bakhtiyar: Apresiasi Kerja Kader, Rawat Kekompakan

Membuka rangkaian sambutan, Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Gresik Krisna Bakhtiyar menyapa tamu undangan dan mengapresiasi kesungguhan panitia. Ia menekankan kerja detail sejak sehari sebelumnya—penataan tempat, alur acara, hingga MC dan moderator—sebagai cerminan militansi kader IPM Gresik.

Baca Juga:  Kepala Smamsatu: PKDA Titik Awal Penguatan Karakter Islami Siswa

“Teman-teman dari kemarin sudah menata bagaimana tata letaknya, bagaimana MC, bagaimana moderator. Luar biasa persiapan pada pagi hari ini,” ucapnya.

Baca juga: Kepala Smamsatu: Gen Z Harus Jujur, Berilmu, dan Bijaksana

Dalam kesempatan itu, Krisna juga menyampaikan terima kasih kepada para tamu dan pihak yang mendukung, mulai dari Tenaga Ahli Mendikdasmen Dr. Azaki Khoirudin, jajaran PDM dan majelis terkait, hingga Kepala Smamsatu Nurul Ilmiyah, yang memfasilitasi penyelenggaraan forum ini.

Ia menekankan bahwa forum ini lahir dari kolaborasi erat PD IPM Gresik dan PW IPM Jawa Timur. Krisna secara khusus mengapresiasi M. Hengki Pradana yang sejak awal mendorong dan mengawal terwujudnya sinergi lintas wilayah tersebut.

Krisna juga menyinggung antusiasme peserta yang memilih hadir di tengah long weekend dan sudah meramaikan aula sejak pukul 08.00. Menurutnya, pilihan untuk belajar dan berdialog alih-alih beraktivitas santai menunjukkan karakter kader IPM yang progresif.

Sebagai tuan rumah, ia tidak lupa menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada kekurangan pada aspek tempat, konsumsi, maupun teknis lain selama acara berlangsung. Nada sambutannya menekankan etos kebersamaan, kesiapan belajar, dan kerendahan hati kader IPM dalam menyelenggarakan forum lintas wilayah.

Baca Juga:  Exprezzone Smamsatu Gresik Resmi Dibuka, Hadirkan Pameran dan Workshop Kreatif
Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur, M. Hengki Pradana (Tagar.co/Zada Kanza Makhfiya Mohammad)

Hengki Pradana: Gen Z Harus Siap Berdampak

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur, M. Hengki Pradana, membuka sambutannya dengan gaya khas penuh interaksi. Ia mengajak peserta meneriakkan yel-yel, “Kalau saya bilang kader, jawabnya siap. Kalau saya bilang IPM, jawabnya berdampak!” Suasana aula pun riuh oleh teriakan semangat pelajar Muhammadiyah.

Hengki kemudian mengajak hadirin menengok realitas keseharian generasi digital. Hampir semua pelajar, katanya, memiliki gawai, akun TikTok, dan Instagram. Ia bahkan menyelipkan candaan ringan agar peserta menambah follower akun narasumber, membuat forum terasa dekat dan cair.

Dari situ, Hengki menekankan bahwa Gen Z dan Alpha adalah generasi kreatif, tetapi sering dinilai rapuh. “Pertanyaannya bukan apakah Gen Z kuat atau lemah, tetapi apakah Gen Z mau mengambil peran untuk menentukan masa depannya,” ujarnya.

Baca juga: Pulang ke Smamsatu: Dr. Azaki Khoirudin Ajak Gen Z Muhammadiyah Jadi Subjek Perubahan

Ia mengingatkan pentingnya tiga bekal utama: berpikir kritis (divergent thinking) agar tidak sekadar menyalin jawaban, kecerdasan emosional agar tidak mudah reaktif—seperti kasus di Surabaya beberapa waktu lalu ketika remaja terlibat dalam aksi pembakaran karena lemah kendali emosi—serta semangat deep learning yang mindful, meaningful, dan joyful.

“Generasi kita sering disebut generasi stroberi—kreatif tapi mudah rapuh. Maka kita harus buktikan bahwa kader IPM siap menjadi future leader yang berkarakter dan berdampak bagi bangsa dan negara,” tandasnya penuh semangat.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama Smamsatu, Ustaz Sholihin Fanani Kupas Hakikat Puasa dengan Humor Segar

Menutup sambutannya, Hengki melantunkan pantun singkat: “Petir bukan sembarang petir, petir menyambar rumah Mas Alvin. Bapak-ibu jangan khawatir, kami Generasi Z siap memimpin.”

Setelah itu, jargon khas IPM pun menggema: “Salam cinta, salam juang. Karena dengan cinta, kita berjuang.” (#)

Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad Penunting Mohammad Nurfatoni