
Tersenyum bukan hanya tanda ramah, tetapi juga amalan yang bernilai sedekah. Dengan senyum, hidup jadi lebih ringan, hati lebih tenang, dan ukhuwah semakin erat.
Oleh Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.
Tagar.co – Senyum dalam Islam adalah amalan sederhana, namun sarat makna, yang mampu mendatangkan kebaikan dan pahala bagi diri sendiri maupun orang lain. Senyum adalah ekspresi wajah sebagai tanda kebahagiaan, keramahan, dan rasa syukur atas nikmat Allah Swt.
Umumnya orang beranggapan bahwa senyum adalah sesuatu yang remeh. Namun tahukah kita, senyum dapat membawa perubahan besar yang positif dalam kehidupan seseorang?
Baca juga: Menyingkap Makna Mendalam di Balik Ucapan Insyaallah
Senyum bisa meringankan stres, menghilangkan kecemasan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Bagi yang menerimanya, senyuman mampu mengobati hati yang sedih serta menumbuhkan rasa optimis dalam menjalani hidup.
Nabi Saw bersabda:
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Artinya: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya sekadar bertemu saudaramu dengan wajah berseri (tersenyum).” (H.R. Muslim).
Hadis di atas mengandung makna bahwa senyum dapat menciptakan keseimbangan hidup, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan nilai kemanusiaan.
Allah berfirman dalam Surah Maryam ayat 96:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”
Bahkan, Islam menilai bahwa senyum adalah sedekah tak berbayar yang sangat mudah dan ringan dilakukan oleh siapa pun. Nabi Saw bersabda:
تَبَسُّمُكَ في وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (H.R. Tirmizi, Ibnu Hibban, dan Baihaki).
Dalam riwayat lain, Nabi Saw bersabda:
وَعَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ قَالَ: مِنَ الصَّدَقَةِ أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ، وَأَنْتَ طَلِيقُ الْوَجْهِ
“Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria kepada orang-orang.” (H.R. Ibnu Abi Dunya).
Penutup
Dari penjelasan nas di atas terkandung makna ajakan: “Mulai sekarang jangan menampakkan wajah cemberut.” Mengapa? Selain membuat orang lain menjauh karena ketidaksukaannya, wajah cemberut juga akan mempercepat proses penuaan diri.
Karena itu, mulailah amal saleh dari hal yang sederhana: tersenyum ikhlas dengan wajah berseri kepada saudara kita. Senyum bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga melancarkan rezeki bagi pelakunya. Wallāhualambisawāb. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












